STRUKTUR DATA-Single Linked List Non Circular

Sejarah Linked List
Linked List dikembangkan tahun 1955-1956 oleh Allen Newell, Cliff Shaw dan Herbert Simon di RAND Corporation sebagai struktur data utama untuk bahasa Information Processing Language (IPL). IPL dibuat untuk mengembangkan program artificial intelligence, seperti pembuatan Chess Solver.Victor Yngve di Massachusetts Institute of Technology (MIT) juga menggunakan linked list pada natural language processing dan machine transitions pada bahasa pemrograman COMMIT.Linked List adalah salah satu bentuk struktur data, berisi kumpulan data (node) yang tersusun secara sekuensial, saling sambung-menyambung, dinamis dan terbatas.

Linked list (list bertaut) adalah salah satu struktur data dasar yang sangat fundamental dalam bidang ilmu komputer. Dengan menggunakan linked list maka programmer dapat menimpan datanya kapanpun dibutuhkan. Linked list mirip dangan array, kecuali pada linked list data yang ingin disimpan dapat dialokasikan secara dinamis pada saat pengoperasian program (run-time).
Pada array, apabila programmer ingin menyimpan data, programmer diharuskan untuk mendefinisikan besar array terlebih dahulu, seringkali programmer mengalokasikan array yang sangat besar(misal 100). Hal ini tidak efektif karena seringkali yang dipakai tidak sebesar itu. Dan apabila programmer ingin menyimpan data lebih dari seratus data, maka hal itu tidak dapat dimungkinkan karena sifat array yang besarnya statik. Linked list adalah salah satu struktur data yang mampu menutupi kelemahan tersebut.
Secara umum linked list tersusun atas sejumlah bagian-bagian data yang lebih kecil yang terhubung (biasanya melalui pointer). Linked list dapat divisualisasikan seperti kereta, bagian kepala linked list adalah mesin kereta, data yang disimpan adalah gerbong, dan pengait antar gerbong adalah pointer. (http://id.wikipedia.org/wiki/Linked_list)
Linked List sering disebut juga Senarai Berantai
Linked List saling terhubung dengan bantuan variabel pointer
Masing-masing data dalam Linked List disebut dengan node (simpul) yang menempati alokasi memori secara dinamis dan biasanya berupa struct yang terdiri dari beberapa field.

Bentuk Node Single Linked List non Circular

Pengertian:
Single : artinya field pointer-nya hanya satu buah saja dan satu arah serta pada akhir node, pointernya menunjuk NULLLinked List : artinya node-node tersebut saling terhubung satu sama lain.Setiap node pada linked list mempunyai field yang berisi pointer ke node berikutnya, dan juga memiliki field yang berisi data.Node terakhir akan menunjuk ke NULL yang akan digunakan sebagai kondisi berhenti pada saat pembacaan isi linked list.
Pembuatan Single Linked List non Circular
Deklarasi Node
typedef struct TNode{
        int data;
        TNode *next;
    };Penjelasan:
Pembuatan struct bernama TNode yang berisi 2 field, yaitu field data bertipe integer dan field next yang bertipe pointer dari TNode
Setelah pembuatan struct, buat variabel head yang bertipe pointer dari TNode yang berguna sebagai kepala linked list.
Digunakan keyword new yang berarti mempersiapkan sebuah node baru berserta alokasi memorinya, kemudian node tersebut diisi data dan pointer nextnya ditunjuk ke NULL.
Cara lain alokasi pointer
Menggunakan alokasi memori secara manualMenggunakan header stdlib.h atau malloc.hMenggunakan fungsi: *malloc(int size);
SLLNC MENGGUNAKAN HEAD
Dibutuhkan satu buah variabel pointer: head Head akan selalu menunjuk pada node pertamaDeklarasi Pointer Penunjuk Kepala Single Linked ListManipulasi linked list tidak bisa dilakukan langsung ke node yang dituju, melainkan harus menggunakan suatu pointer penunjuk ke node pertama dalam linked list (dalam hal ini adalah head). Deklarasinya sebagai berikut:
TNode *head;

Fungsi Inisialisasi Single LinkedList
void init(){
head = NULL;
}
Function untuk mengetahui kosong tidaknya Single
LinkedList
Jika pointer head tidak menunjuk pada suatu node maka kosong

int isEmpty(){
if(head == NULL) return 1;
else return 0;
}

Penambahan data di depan
Penambahan node baru akan dikaitan di node paling depan, namun pada saat pertama kali (data masih kosong), maka penambahan data dilakukan dengan cara: node head ditunjukkan ke node baru tersebut.
Pada prinsipnya adalah mengkaitkan node baru dengan head, kemudian head akan menunjuk pada data baru tersebut sehingga head akan tetap selalu menjadi data terdepan.

void insertDepan(int databaru){
TNode *baru;
baru = new TNode;
baru->data = databaru;
baru->next = NULL;
if(isEmpty()==1){
head=baru;
head->next = NULL;
}
else {
baru->next = head;
head = baru;
}
printf(”Data masuk\n”);
}
 

Penambahan data di belakang
Penambahan data dilakukan di belakang, namun pada saat pertama kali, node langsung ditunjuk oleh head. Penambahan di belakang lebih sulit karena kita membutuhkan pointer bantu untuk mengetahui node terbelakang, kemudian setelah itu, dikaitkan dengan node baru. Untuk mengetahui data terbelakang perlu digunakan perulangan.
void insertBelakang (int databaru){
TNode *baru,*bantu;
baru = new TNode;
baru->data = databaru;
baru->next = NULL;
if(isEmpty()==1){
head=baru;
head->next = NULL;
}
else {
bantu=head;
while(bantu->next!=NULL){
bantu=bantu->next;
}
bantu->next = baru;
}
printf(“Data masuk\n“);
}

Function di atas digunakan untuk menampilkan semua isi list, di mana linked list ditelusuri satu-persatu dari awal node sampai akhir node. Penelusuran ini dilakukan dengan menggunakan suatu pointer bantu, karena pada prinsipnya pointer head yang menjadi tanda awal list tidak boleh berubah/berganti posisi.
Penelusuran dilakukan terus sampai node terakhir ditemukan menunjuk ke nilai NULL. Jika tidak NULL, maka node bantu akan berpindah ke node selanjutnya dan membaca isi datanya dengan menggunakan field next sehingga dapat saling berkait.
Jika head masih NULL berarti data masih kosong!

Function untuk menghapus data terdepan
void hapusDepan (){
    TNode *hapus;
    int d;
    if (isEmpty()==0){
     if(head->next != NULL){
        hapus = head;
        d = hapus->data;
        head = head->next;
        delete hapus;
     } else {
        d = head->data;
        head = NULL;
     }
     printf(“%d terhapus\n“,d);
    } else cout<<"Masih kosong\n";
}

Function di atas akan menghapus data teratas (pertama) yang ditunjuk oleh head pada linked list
Penghapusan node tidak boleh dilakukan jika keadaan node sedang ditunjuk oleh pointer, maka harus dilakukan penggunakan suatu pointer lain yang digunakan untuk menunjuk node yang akan dihapus, misalnya pointer hapus dan barulah kemudian menghapus pointer hapus dengan menggunakan perintah delete.
Sebelum data terdepan dihapus, head harus ditunjukkan ke node sesudahnya terlebih dahulu agar list tidak putus, sehingga node setelah head lama akan menjadi head baru (data terdepan yang baru).
Jika head masih NULL maka berarti data masih kosong!

Hapus Belakang
while(bantu->next->next!=NULL){ } else printf(“Masih kosong\n“);
Membutuhkan pointer bantu dan hapus.
Pointer hapus digunakan untuk menunjuk node yang akan dihapus, dan pointer bantu digunakan untuk menunjuk node sebelum node yang dihapus yang kemudian selanjutnya akan menjadi node terakhir.
Pointer bantu akan digunakan untuk menunjuk ke nilai NULL.
Pointer bantu akan selalu bergerak sampai sebelum node yang akan dihapus, baru kemudian pointer hapus diletakkan setelah pointer bantu. Setelah itu pointer hapus akan dihapus, pointer bantu akan menunjuk ke NULL.

gambar

Function untuk menghapus semua elemen Linked List


SLLNC dengan HEAD & TAIL
Dibutuhkan dua buah variabel pointer: head dan tail
Head akan selalu menunjuk pada node pertama, sedangkan tail akan selalu menunjuk pada node terakhir.

Inisialisasi LinkedList
TNode *head, *tail;

Fungsi Inisialisasi LinkedList

Function untuk mengetahui kosong tidaknya LinkedList

Pengkaitan node baru ke linked list di depan
Penambahan data baru di depan akan selalu menjadi head.
void insertDepan(int databaru){

GAMBAR

Penambahan Data di belakang
void tambahBelakang(int databaru){
GAMBAR

Kelebihan dari Single Linked List dengan Head & Tail adalah pada penambahan data di belakang, hanya dibutuhkan tail yang mengikat node baru saja tanpa harus menggunakan perulangan pointer bantu.

Function untuk menampilkan isi linked list:
} else printf(“Masih kosong\n“);
Function di atas akan menghapus data terdepan (pertama) yang ditunjuk oleh head pada linked list
Penghapusan node tidak boleh dilakukan jika keadaan node sedang ditunjuk oleh pointer, maka harus dilakukan penunjukkan terlebih dahulu dengan pointer hapus pada head, kemudian dilakukan pergeseran head ke node berikutnya sehingga data setelah head menjadi head baru, kemudian menghapus pointer hapus dengan menggunakan perintah delete.
Jika tail masih NULL maka berarti list masih kosong!

Function untuk menghapus data di belakang:

cout<<" terhapus\n";
} else <<"Masih kosong\n";
}

GAMBAR

Function di atas akan menghapus data terbelakang (terakhir) yang ditunjuk oleh tail pada linked list
Penghapusan node tidak boleh dilakukan jika keadaan node sedang ditunjuk oleh pointer, maka harus dilakukan penunjukkan terlebih dahulu dengan variabel hapus pada tail, kemudian dibutuhkan pointer bantu untuk membantu pergeseran dari head ke node berikutnya sampai sebelum tail, sehingga tail dapat ditunjukkan ke bantu tersebut, dan bantu tersebut akan menjadi tail yang baru. Setelah itu hapus pointer hapus dengan menggunakan perintah delete.
Jika tail masih NULL maka berarti list masih kosong!

Function untuk menghapus semua elemen LinkedList
void clear(){
    TNode *bantu,*hapus;
    bantu = head;
    while(bantu!=NULL){
        hapus = bantu;
        bantu = bantu->next;
        delete hapus;
    }
    head = NULL;
    tail = NULL;   
}

Referensi:
lecturer.ukdw.ac.id/anton/download/http://id.wikipedia.org/wiki/Linked_listDownload materi kuliah dan bahan makalah stuktur data disini.

Leave a Reply