Tag Archives: Badan

MAKALAH PENGANTAR BISNIS-BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

MAKALAH

PENGANTAR BISNIS

Nama Anggota:

Agustiyanti (26209662)

Anita Arifin (24209823)

Febriyana Anggreini (23209534)

Nuning Yulihardini (25209736)

Theresia (25209099)

Kelas : 1 EB 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun makalah ini kami susun sebagai syarat untuk menambah nilai pada mata kuliah Pengantar Bisnis.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dalam penyusunan maupun penggunaan kata-kata. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.

01 November 2009

(Penyusun)

BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan, berikut bentuk-bentuk badan usaha:

1. FIRMA

Firma (Fa) adalah suatu badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih pemilik modal, yang sepakat secara bersama-sama menjalankan usaha dalam satu nama organisasi perusahaan.

Persekutuan firma dapat didirikan dengan cara membuat akta persetujuan sendiri atau persero (anggota persekutuan). Namun agar lebih formal, sebaiknya pendirian sebuah Firma dilakukan di depan notaris.

Ciri-ciri perseroan Firma:

1. Para persero aktif dalam kegiatan badan usaha sesuai bidang tugasnya
2. Tanggung jawab tidak terbatas dan di tanggung bersama (solider)
3. Tidak berbadan hukum

Keuntungan perseroan Firma:

1. Pengelola usaha dapat dilakukan sesuai bidang keahlian masing-masing, sehingga kemampuan manajemen lebih besar karena adanya pembagian kerja
2. Risiko ditanggung bersama
3. Kelancaran usaha mendapatkan kredit

Kerugian perseroan Firma:

a.Tiap persero harus bertanggung jawab atas perbuatan persero lainnya, sehingga apabila ada tindakan tidak sesuai dengan prosedur dari salah seorang persero, maka persero lainnya harus ikut bertanggung jawab

1. Seringkali timbul perselisihan diantara para persero dalam hal pengambilan kebijaksanaan

2. Perseroan Komanditer (CV)

Perseroan komanditer adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.

Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis financial.

Macam-macam perseroan komanditer, yaitu:

1. Perseroan Komanditer Murni, yaitu bentuk perseroan komanditer yang di dalamnya hanya ada satu persero aktif dan yang lainnya merupakan persero komanditer.
2. Perseroan Komanditer Campuran, yaitu perusahaan yang asalnya berbentuk firma karena memerlukan modal tambahan, kemudian membentuk persekutuan komanditer campuran.
3. Perseroan Komanditer Bersaham, yaitu persekutuan komanditer yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan.

Ciri-ciri Perseroan Komanditer:

1. Ada persero aktif dan diam
2. Tanggung jawab persero tidak terbatas, sedangkan persero diam terbatas
3. Tidak berbadan hokum

Keuntungan Perseroan Komanditer (CV):

1. Segi permodalan relative dapat lebih besar
2. Ada pemisahan pembagian risiko antara persero aktif dan diam
3. Kelancaran usaha tidak tergantung kepada seseorang
4. Relatif mudah untuk memperoleh kredit
5. Kemampuan manajemen relative lebih besar dan lebih baik

Kerugian Perseroan Komanditer(CV):

1. Sulit dalam menentukan jalannya badan usaha
2. Modal yang diikutsertakan dalam perusahaan tidak mudah ditarik kembali

3. Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.

Ciri dan sifat PT :

1. kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
2. modal dan ukuran perusahaan yang besar
3. kelangsungan hidup perusahaan PT ada ditangan pemilik saham
4. dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
5. kepemilikan mudah berpindah tangan
6. mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan/pegawai
7. keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
8. kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
9. sulit untuk membubarkan PT

10. pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden
Mekanisme Pendirian PT

Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi ( akta yang dibuat oleh notaris ) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroan terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan, dan lain-lain. Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). Untuk mendapat izin dari menteri kehakiman, harus memenuhi syarat sebagai berikut:

* Perseroan terbatas tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan
* Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang
* Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari modal dasar. (sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1995 & UU No. 40 Tahun 2007, keduanya tentang perseroan terbatas)

Pembagian perseroan terbatas :
1. PT terbuka

Perseroan terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual

sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (go public).

2. PT tertutup

Perseroan terbatas tertutup adalah perseroan terbatas yang modalnya berasal dari kalangan tertentu misalnya pemegang sahamnya hanya dari kerabat dan keluarga saja atau kalangan terbatas dan tidak dijual kepada umum.

3. PT kosong

Perseroan terbatas kosong adalah perseroan terbatas yang sudah tidak aktif menjalankan usahanya dan hanya tinggal nama saja.
Keuntungan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas:
1. Kewajiban terbatas
2. Masa hidup abadi.
3. Efisiensi manajemen.
Kelemahan Perusahaan Perseroan Terbatas:
1. Kerumitan perizinan dan organisasi
Hal-hal hasil RUPS yang harus mendapatkan pengesahan dan yang hanya cukup didaftarkan
Menurut Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 hal-hal dari hasil RUPS yang perlu mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Ham adalah :

1. Perubahan atas nama perseroan dan/atau tempat kedudukan Perseroaan;

2. Perubahan Maksud dan Tujuan serta kegiatan usaha perseroaan;

3. Perubahan jangka waktu berdirinya Perseroaan;

4. Perubahan besarnya modal dasar;

5. Perubahan pengurangan modal ditempatkan dan disetor; dan/atau

6. Perubahan Perseroaan dari status tertutup menjadi terbuka atau bisa juga sebaliknya
4. Perseroan Terbatas Negara (Persero)

Perusahaan persero adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas (PT) yang modal/sahamnya paling sedikit 51% dimiliki oleh pemerintah, yang tujuannya mengejar keuntungan. Maksud dan tujuan mendirikan persero ialah untuk menyediakan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat dan mengejar keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Ciri-ciri Persero adalah sebagai berikut:

* Pendirian persero diusulkan oleh menteri kepada presiden
* Pelaksanaan pendirian dilakukan oleh mentri dengan memperhatikan perundang-undangan
* Statusnya berupa perseroan terbatas yang diatur berdasarkan undang-undang
* Modalnya berbentuk saham
* Sebagian atau seluruh modalnya adalah milik negara dari kekayaan negara yang dipisahkan
* Organ persero adalah RUPS, direksi dan komisaris
* Menteri yang ditunjuk memiliki kuasa sebagai pemegang saham milik pemerintah
* Apabila seluruh saham dimiliki pemerintah, maka menteri berlaku sebagai RUPS, jika hanya sebagian, maka sebagai pemegang saham perseroan terbatas
* RUPS bertindak sebagai kekuasaan tertinggi perusahaan
* Dipimpin oleh direksi
* Laporan tahunan diserahkan ke RUPS untuk disahkan
* Tidak mendapat fasilitas negara
* Tujuan utama memperoleh keuntungan
* Hubungan-hubungan usaha diatur dalam hukum perdata
* Pegawainya berstatus pegawai Negeri

Macam-macam persaro di Indonesia:

Di Indonesia sendiri yang sudah menjadi Persero adalah PT. PP (Pembangunan Perumahan),PT Bank BNI Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Indo Farma Tbk, PT Tambang Timah Tbk, PT Indosat Tbk (pada akhir tahun 2002 41,94% saham Persero ini telah dijual kepada Swasta sehingga perusahaan ini bukan BUMN lagi), dan PT Telekomunikasi Indonesia .
5. Perusahaan Umum (PERUM)

Perusahaan Umum (Perum) adalah perusahaan negara yang didirikan dengan tujuan untuk melayani kepentingan umum dan memperoleh keuntungan. Perusahaan ini berstatus badan hukum dan modal usaha yang digunakan seluruhnya milik negara. Dana penunjang usahanya dapat diperoleh dari pinjaman dalam negeri maupun luar negeri.

Ciri-ciri dari BUMN yang berbentuk Perum :

* Bertujuan melayani kepentinan umum yang vital tetapi diperbolehkan untuk mencari keuntungan.
* Modal berasal dari kekayaan negara yang telah dipisahkan.
* Pemimpin dan karyawan berstatus sebagai perusahaan negara atau pegawai negeri.
* Perum berada di bawah pimpinan dewan direksi.

Contohnya :

1. Perum Pegadaian

1. Perum Jasatirta

3. Perum DAMRI

1. Perum Peruri

1. Perum Perhutani

6. Perusahaan Daerah (PD)

Badan usaha yang dibentuk oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan perekonomian daerah dan untuk menambah penghasilan daerah. Tujuan pendirian perusahaan daerah ialah untuk ikut serta melaksanakan pembangunan daerah di bawah pimpinan daerah. Status kepegawaian dari perusahaan ini adalah pegawai perusahaan daerah dan ada juga pegawai negeri daerah yang diperbantukan.

Ciri-ciri Perusahaan Daerah :

* Pemerintah memegang hak atas segala kekayaan dan usaha
* Pemerintah berkedudukan sebagai pemegang saham dalam pemodalan perusahaan
* Pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam menetapkan kebijakan perusahaan
* Pengawasan dilakukan alat pelengkap negara yang berwenang
* Melayani kepentingan umum, selain mencari keuntungan
* Sebagai stabillisator perekonomian dalam rangka menyejahterakan rakyat
* Sebagai sumber pemasukan negara
* Seluruh atau sebagian besar modalnya milik negara
* Modalnya dapat berupa saham atau obligasi bagi perusahaan yang go public
* Dapat menghimpun dana dari pihak lain, baik berupa bank maupun nonbankVN:F [1.6.8_931]

7. Perusahaan Jawatan (PERJAN)

Adalah perusahaan Negara yang didirikan dengan tujuan utama untuk melayani kepentingan masyarakat tanpa melepaskan syarat efisiensi efektivitas dan segi ekonomis. Perusahaan jawatan berada di bawah pembinaan dan pengawasan departemen tertentu yang mendirikan dan membawahinya.

Ciri-ciri PERJAN:

1. Bertujan untuk melayani masyarakat
2. Pimpinan dan karyawan berstatus sipil
3. Merupakan bagian dari departemen pemerintah
4. Memperoleh fasilitas Negara
5. Dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada atasannya

Contoh PERJAN:

1. Perusahaan Jawatan Kereta Api yang sekarang telah berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA)
2. Perusahaan Jawatan Pegadaian sekarang menjadi Perum Pegadaian

8. Koperasi

Adalah bang atauadan usaha yang berangggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

* Landasan serta asas koperasi

Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan.

* Tujuan Koperasi

Untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

* Fungsi dan Peran Koperasi :

1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi angggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

3) Memperkokoh perekonomian rakyat

4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi.

* Dalam kegiatannnya koperasi melaksanakan prinsip sebagai berikut :

a) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

b) Pengelolaan dilakukan secara demokratis

c) Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding

dengan besarnya jasa usaha masing-masing angggota

d) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

e) Kemandirian

* Jenis Koperasi :

– Koperasi Primer, yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang/seorang. Sekurang-kurangnya koperasi primer dapat dibentuk 20 orang.

– Koperasi Sekunder, yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi.

1. 9. Perusahaan Perseorangan

Adalah unit usaha yang didirikan oleh perorangan yang bertujuan mempunyai kegiatan usaha tertentu.

Ciri-ciri Perusahaan Perseorangan :

Pemilik perusahaan adalah orang pribadi yang menanamkan

modalnya sendiri dan sekaligus menjadi pengelola.

Tanggung jawab tidak terbatas

Perusahaan tidak berbadan hukum

Kelebihan Perusahaan Perseorangan :

Pemilik perusahaan mempunyai kebebasan mutlak dalam bertindak / menjalankan perusahaannya.

Laba dinikmati sendiri dan kerugian ditanggung sendiri.

Cara mendirikan relatif mudah.

Kekurangan Perusahaan Peseorangan :

Kelancaran habisan kegiatan perusahan terlalu tergantung kepada pemilik.

Tanggungjawab yang tidak terbatas mengakibatkan pada saat perusahaan bangkrut / pailit kemungkinan besar kekayaan pribadi akan turut habis digunakan untuk menanggung resiko perusahaan.

Modal sendiri sifatnya relatif terbatas.

10. Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan, building society (sejenis koperasi di Inggris) , Credit Union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun, dan bisnis serupa lainnya.

Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank (asuransi, pegadaian, perusahaan sekuritas, lembaga pembiayaan, dll).
· Fungsi Lembaga Keuangan :

Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga risiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan. Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan. Contoh dari lembaga keuangan adalah bank.

Source: http://thereeseeyaa.ngeblogs.com/2009/11/20/tugas-pengantar-bisnis-makalah/

Makalah Mengenai Jenis-Jenis Badan Usaha

Mengenal Jenis-Jenis Badan Usaha
Secara garis besar, badan usaha dapat dikategorikan sebagai berikut :
Perseroan Usaha Dagang Persekutuan Tidak berbadan hukum
   i. Persekutuan Perdata (Maatschap)
ii. Firma
iii. Venootschaap)
   i. Perseroan Terbatas
ii. Koperasi
iii. Yayasan Bentuk Usaha Perdagangan Asing (Representative Office) BENTUK-BENTUK BADAN USAHA
– Usaha Dagang
1. Usaha yang didirikan oleh Perseorangan
2. Tanggung jawab pribadi.
3. Biasanya mempunyai modal kecil atau menengah
4. Tidak perlu dibuatkan Akta Pendirian
5. Tidak ada peraturan untuk pendirian Usaha Dagang, hanya memerlukan izin permohonan usaha dari Dinas Perdagangan setempat.

Persekutuan Perdata
1. Diatur dalam Psal 1618 KUHPerdata
2. Persetujuan dua orang atau lebih untuk memasukkan sesuatu (modal/harta) dengan tujuan membagi keuntungan.
3. Dapat dibuat secara lisan atau tertulis.
4. Tanggung jawab sekutu sampai ke harta pribadi masing-masing.
5. Tanggung jawab adalah pro-rata (tergantung
perjanjian).

Firma
1. Diatur dalam pasal 15-35 KUHD
2. Persekutuan perdata yang menjalankan usaha dengan
nama bersama
3. Tanggung jawab sekutu sampai ke harta pribadi masing-masing.
4. Tanggung jawab adalah tanggung renteng (masing-masing untuk keseluruhan).
5. Didirikan dengan membuat Akta Otentik (dibuat oleh para pihak)
6. Pendaftaran ke Pengadilan Negeri setempat.

CV (Commanditaire Venotschaap)
1. Diatur dalam pasal 21 KUHD
2. Firma dengan sekutu aktif dan sekutu pasif
3. Sekutu aktif bertanggung jawab secara keseluruhan sampai ke harta pribadi ( Operasional CV)
4. Sekutu pasif bertanggung jawab hanya pada modal yang dimasukkan.

BUMN
BUMN atau Badan Usaha Milik Negara ialah badan usaha yang permodalannya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh Pemerintah. Status pegawai badan usaha-badan usaha tersebut adalah Pegawai Negeri. BUMN sendiri sekarang ada 3 macam yaitu Perjan, Perum dan Pesero.
a. Perjan 
    Perjan adalah bentuk badan usaha milik Negara yang seluruh
modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan ini berorientasi pelayanan pada masyarakat, sehingga selalu merugi. Sekarang sudah tidak ada perusahaan BUMN yang menggunakan model Perjan karena besarnya biaya untuk
memelihara Perjan-perjan tersebut. Contoh Perjan : KAI (kini menjadi PT).
b. Perum  
Perum adalah Perjan yang sudah dirubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan tetapi sudah profit oriented. Sama seperti Perjan, Perum dikelola oleh Negara dengan status pegawainya sebagai Pegawai Negeri. Namun perusahaan masih merugi meskipun status Perjan diubah menjadi Perum, sehingga pemerintah terpaksa menjual sebagian saham Perum tersebut kepada public (go public) dan statusnya diubah menjadi Persero.
c. PT (Perseroan Terbatas)
Perusahaan perseroan, adalah perusahaan yang semua modalnya berbentuk saham, yang jenis peredarannya tergantung jenis saham tersebut. Perusahaan perseroan dikelola secara professional.
Biasanya, perusahaan-perusahaan ini mencantumkan namanya kedalam bursa efek untuk diperjual belikan. Sedangkan Persero adalah salah satu badan usaha yang dikelola oleh Negara atau daerah. Berbeda dengan Perum atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari keuntungan dan yang kedua memberi pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya dari kekayaan Negara yang dipisahkan berupa saham-saham. Persero dipimpin oleh Direksi, sedangkan pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta. Badan usahanya ditulis PT (nama perusahaan) (PERSERO). Perusahaan ini tidak memperoleh fasilitas Negara. Contoh perusahaan yang mempunyai badan usaha Persero antara lain :
– PT Garuda Indonesia Airways (PERSERO)
– PT Angkasa Pura (PERSERO)
– PT Pertamina (PERSERO)
– PT Tambang Bukit Asam (PERSERO)
– PT Aneka Tambang (PERSERO)
– PT PELNI (PERSERO)
– PT Perusahaan Listrik Negara (PERSERO)
– PT Pos Indonesia (PERSERO)
– PT Kereta Api Indonesia (PERSERO)
– PT Telkom (PERSERO)

Berikut ciri-ciri Perseroan Terbatas (PT) :
Diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007Didirikan oleh minimal 2 orang/pribadi hukum.Mempunyai minimal modal dasar (sekarang minimal modal dasar Rp. 50.000.000,-) Minimal modal yang harus disetor ke Bank 25 % dari minimal modal dasar.Tanggung jawab terbatas dari para pemegang saham.Didirikan dengan Akta Notaris dan berlaku sejak disahkan oleh Menteri Kehakiman (sekarang Menteri Hukum dan HAM).Bertindak secara pribadi hukum Memiliki harta kekayaan sendiri.– BUMS 
BUMS atau Badan Usaha Milik Swasta adalah badan usaha yang dimiliki oleh swasta. Badan usaha ini sepenuhnya dikelola dan permodalannya dari pihak swasta. Berikut dijelaskan beberapa jenis BUMS yang ada di Indonesia.
Perusahaan Perorangan 
Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang dijalankan dan dimodali oleh satu orang saja sebagai pemilik dan penanggung jawab. Utang perusahaan berarti utang pemiliknya. Dengan demikian, seluruh harta kekayaan si pemilik jadi jaminan perusahaan. Badan usaha seperti ini tidak perlu berbadan hukum, walaupun jika ingin, boleh dilakukan.
Keuntungan perusahaan perorangan : 
– Keuntungan menjadi milik sendiri.
– Mudah mendirikannya.
– Tidak perlu berbadan hukum.
– Rahasia perusahaan terjamin.
– Biaya organisasi rendah, karena organisasi tergolong sederhana.
– Aktifitasnya relative sederhana.
– Manajemennya fleksibel.
Sedangkan kekurangan perusahaan perseorangan :
– Modal tidak terlalu besar
– Aset pribadi sulit dibedakan dengan asset perusahaan.
– Perusahaan sulit berkembang karena kurangnya ide-ide.
– Pengelolaan tergantung kemampuan si pemilik
– Kelangsungan perusahaan kurang terjamin
– Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.
Perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang memiliki 2 pemodal atau lebih. Para pemodal ini terdiri dari sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif adalah sekutu yang bertanggung jawab memberikan modal (uang) dan tenaganya untuk kelangsungan perusahaan. Sedangkan sektutu pasif hanya menyetorkan modalnya saja. Pembagian keuntungan dari sekutu pasif dan aktif berbeda sesuai kesepakatan. Perusahaan persekutuan sendiri ada dua macam, yaitu CV dan Firma. CV ada sekutu aktif dan pasif, sedangkan Firma hanya terdiri dari sekutu aktif. Pada perusahaan berbentuk Firma, para sekutu harus menyerahkan kekayaannya sesuai yang tertera di Akta Pendirian. Maka konsekuensi yang dialami tidak berbeda dari perusahaan perorangan. Apabila Firma didirikan secara resmi, maka harus didaftarkan ke Berita Negara Republik Indonesia (BNRI). Sedangkan dalam perusahaan berbentuk CV/Persekutuan komanditer, pendirian perusahaan harus menggunakan akta dan harus didaftarkan. Lebih kurang ciri-ciri CV dan Firma hampir sama, CV juga tidak memiliki kekayaan sendiri/bukan merupakan badan hukum.
Kelebihan Perusahaan Persekutuan :
– Permodalannya lebih besar dari perusahaan perorangan.
– Kelangsungan hidup perusahaan lebih lama.
– Pengelolaan lebih mudah dan professional karena banyak pengelolanya
– Ide-ide inovasi lebih lancar mengalir
Kekurangan Perusahaan Persekutuan :
– Kerahasiaan perusahaan tidak terjamin
– Mudah terjadi konflik antar pemilik modal.
– Adanya pemilik modal yang tidak bertanggung jawab.

– KOPERASI 
Koperasi adalah badan usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan : Diatur dalam Undang-Undang tentang Koperasi No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Dibentuk oleh orang perorang (Koperasi Primer) atau Koperasi-koperasi (Koperasi sekunder). Dibentuk dengan membuat Akta Pendirian yang memuat Anggaran Dasar. Berbadan hukum setelah disahkan pemerintah.
Perangkat organisasiRapat Anggota, Pengurus (Direktur) dan Pengawas (Komisaris).
Modal dari para anggota. Tanggung jawab dipikul oleh para anggota.Rapat Anggota memberikan kuasa pengurusan kepada para pengurus.

– YAYASAN 
Yayasan adalah suatu badan usaha, tetapi bukan merupakan perusahaan karena tidak mencari keuntungan. Badan usaha ini didirikan untuk social dan berbadan hukum. Diatur dalam Undang-Undang tentang Yayasan No.16 Tahun 2001, No.28 Tahun 2004.Tidak bertujuan untuk mengambil profit/non komersil.

– KANTOR PERWAKILAN
Diatur dalam Permendag No.10/M-DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata cara Penerbitan Surat Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Merupakan izin usaha perorangan yang diberikan kepada pimpinan kantor perwakilan.Tidak memerlukan Akta Pendirian.Tanggung jawab pribadi dari pimpinan kantor perwakilan.Kegiatan usaha terbatas, hanya didirikan untuk penjualan/pemasaran produk atau pembelian produk untuk diekspor.


Disadur dari : Panduan Praktis Mengurus Izin Usaha, Kian Gunawan, S.H.