Tag Archives: MAKALAH

MAKALAH PENGANTAR BISNIS-BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

MAKALAH

PENGANTAR BISNIS

Nama Anggota:

Agustiyanti (26209662)

Anita Arifin (24209823)

Febriyana Anggreini (23209534)

Nuning Yulihardini (25209736)

Theresia (25209099)

Kelas : 1 EB 14

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan makalah ini. Adapun makalah ini kami susun sebagai syarat untuk menambah nilai pada mata kuliah Pengantar Bisnis.

Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan baik dalam penyusunan maupun penggunaan kata-kata. Oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari para pembaca.

Akhir kata kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang turut membantu dalam penyusunan makalah ini.

01 November 2009

(Penyusun)

BENTUK-BENTUK BADAN USAHA

Badan Usaha adalah kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan, berikut bentuk-bentuk badan usaha:

1. FIRMA

Firma (Fa) adalah suatu badan usaha yang didirikan oleh dua orang atau lebih pemilik modal, yang sepakat secara bersama-sama menjalankan usaha dalam satu nama organisasi perusahaan.

Persekutuan firma dapat didirikan dengan cara membuat akta persetujuan sendiri atau persero (anggota persekutuan). Namun agar lebih formal, sebaiknya pendirian sebuah Firma dilakukan di depan notaris.

Ciri-ciri perseroan Firma:

1. Para persero aktif dalam kegiatan badan usaha sesuai bidang tugasnya
2. Tanggung jawab tidak terbatas dan di tanggung bersama (solider)
3. Tidak berbadan hukum

Keuntungan perseroan Firma:

1. Pengelola usaha dapat dilakukan sesuai bidang keahlian masing-masing, sehingga kemampuan manajemen lebih besar karena adanya pembagian kerja
2. Risiko ditanggung bersama
3. Kelancaran usaha mendapatkan kredit

Kerugian perseroan Firma:

a.Tiap persero harus bertanggung jawab atas perbuatan persero lainnya, sehingga apabila ada tindakan tidak sesuai dengan prosedur dari salah seorang persero, maka persero lainnya harus ikut bertanggung jawab

1. Seringkali timbul perselisihan diantara para persero dalam hal pengambilan kebijaksanaan

2. Perseroan Komanditer (CV)

Perseroan komanditer adalah suatu bentuk badan usaha bisnis yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih untuk mencapai tujuan bersama dengan tingkat keterlibatan yang berbeda-beda di antara anggotanya.

Satu pihak dalam CV mengelola usaha secara aktif yang melibatkan harta pribadi dan pihak lainnya hanya menyertakan modal saja tanpa harus melibatkan harta pribadi ketika krisis financial.

Macam-macam perseroan komanditer, yaitu:

1. Perseroan Komanditer Murni, yaitu bentuk perseroan komanditer yang di dalamnya hanya ada satu persero aktif dan yang lainnya merupakan persero komanditer.
2. Perseroan Komanditer Campuran, yaitu perusahaan yang asalnya berbentuk firma karena memerlukan modal tambahan, kemudian membentuk persekutuan komanditer campuran.
3. Perseroan Komanditer Bersaham, yaitu persekutuan komanditer yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan.

Ciri-ciri Perseroan Komanditer:

1. Ada persero aktif dan diam
2. Tanggung jawab persero tidak terbatas, sedangkan persero diam terbatas
3. Tidak berbadan hokum

Keuntungan Perseroan Komanditer (CV):

1. Segi permodalan relative dapat lebih besar
2. Ada pemisahan pembagian risiko antara persero aktif dan diam
3. Kelancaran usaha tidak tergantung kepada seseorang
4. Relatif mudah untuk memperoleh kredit
5. Kemampuan manajemen relative lebih besar dan lebih baik

Kerugian Perseroan Komanditer(CV):

1. Sulit dalam menentukan jalannya badan usaha
2. Modal yang diikutsertakan dalam perusahaan tidak mudah ditarik kembali

3. Perseroan Terbatas (PT)

Perseroan terbatas adalah organisasi bisnis yang memiliki badan hukum resmi yang dimiliki oleh minimal dua orang dengan tanggung jawab yang hanya berlaku pada perusahaan tanpa melibatkan harta pribadi atau perseorangan yang ada di dalamnya. Di dalam PT pemilik modal tidak harus memimpin perusahaan, karena dapat menunjuk orang lain di luar pemilik modal untuk menjadi pimpinan. Untuk mendirikan PT / persoroan terbatas dibutuhkan sejumlah modal minimal dalam jumlah tertentu dan berbagai persyaratan lainnya.

Ciri dan sifat PT :

1. kewajiban terbatas pada modal tanpa melibatkan harta pribadi
2. modal dan ukuran perusahaan yang besar
3. kelangsungan hidup perusahaan PT ada ditangan pemilik saham
4. dapat dipimpin oleh orang yang tidak memiliki bagian saham
5. kepemilikan mudah berpindah tangan
6. mudah mencari tenaga kerja untuk karyawan/pegawai
7. keuntungan dibagikan kepada pemilik modal / saham dalam bentuk dividen
8. kekuatan dewan direksi lebih besar daripada kekuatan pemegang saham
9. sulit untuk membubarkan PT

10. pajak berganda pada pajak penghasilan / pph dan pajak deviden
Mekanisme Pendirian PT

Untuk mendirikan PT, harus dengan menggunakan akta resmi ( akta yang dibuat oleh notaris ) yang di dalamnya dicantumkan nama lain dari perseroan terbatas, modal, bidang usaha, alamat perusahaan, dan lain-lain. Akta ini harus disahkan oleh menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (dahulu Menteri Kehakiman). Untuk mendapat izin dari menteri kehakiman, harus memenuhi syarat sebagai berikut:

* Perseroan terbatas tidak bertentangan dengan ketertiban umum dan kesusilaan
* Akta pendirian memenuhi syarat yang ditetapkan Undang-Undang
* Paling sedikit modal yang ditempatkan dan disetor adalah 25% dari modal dasar. (sesuai dengan UU No. 1 Tahun 1995 & UU No. 40 Tahun 2007, keduanya tentang perseroan terbatas)

Pembagian perseroan terbatas :
1. PT terbuka

Perseroan terbuka adalah perseroan terbatas yang menjual

sahamnya kepada masyarakat melalui pasar modal (go public).

2. PT tertutup

Perseroan terbatas tertutup adalah perseroan terbatas yang modalnya berasal dari kalangan tertentu misalnya pemegang sahamnya hanya dari kerabat dan keluarga saja atau kalangan terbatas dan tidak dijual kepada umum.

3. PT kosong

Perseroan terbatas kosong adalah perseroan terbatas yang sudah tidak aktif menjalankan usahanya dan hanya tinggal nama saja.
Keuntungan Membentuk Perusahaan Perseroan Terbatas:
1. Kewajiban terbatas
2. Masa hidup abadi.
3. Efisiensi manajemen.
Kelemahan Perusahaan Perseroan Terbatas:
1. Kerumitan perizinan dan organisasi
Hal-hal hasil RUPS yang harus mendapatkan pengesahan dan yang hanya cukup didaftarkan
Menurut Undang-undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007 hal-hal dari hasil RUPS yang perlu mendapatkan pengesahan dari Menteri Hukum dan Ham adalah :

1. Perubahan atas nama perseroan dan/atau tempat kedudukan Perseroaan;

2. Perubahan Maksud dan Tujuan serta kegiatan usaha perseroaan;

3. Perubahan jangka waktu berdirinya Perseroaan;

4. Perubahan besarnya modal dasar;

5. Perubahan pengurangan modal ditempatkan dan disetor; dan/atau

6. Perubahan Perseroaan dari status tertutup menjadi terbuka atau bisa juga sebaliknya
4. Perseroan Terbatas Negara (Persero)

Perusahaan persero adalah BUMN yang berbentuk perseroan terbatas (PT) yang modal/sahamnya paling sedikit 51% dimiliki oleh pemerintah, yang tujuannya mengejar keuntungan. Maksud dan tujuan mendirikan persero ialah untuk menyediakan barang dan atau jasa yang bermutu tinggi dan berdaya saing kuat dan mengejar keuntungan untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Ciri-ciri Persero adalah sebagai berikut:

* Pendirian persero diusulkan oleh menteri kepada presiden
* Pelaksanaan pendirian dilakukan oleh mentri dengan memperhatikan perundang-undangan
* Statusnya berupa perseroan terbatas yang diatur berdasarkan undang-undang
* Modalnya berbentuk saham
* Sebagian atau seluruh modalnya adalah milik negara dari kekayaan negara yang dipisahkan
* Organ persero adalah RUPS, direksi dan komisaris
* Menteri yang ditunjuk memiliki kuasa sebagai pemegang saham milik pemerintah
* Apabila seluruh saham dimiliki pemerintah, maka menteri berlaku sebagai RUPS, jika hanya sebagian, maka sebagai pemegang saham perseroan terbatas
* RUPS bertindak sebagai kekuasaan tertinggi perusahaan
* Dipimpin oleh direksi
* Laporan tahunan diserahkan ke RUPS untuk disahkan
* Tidak mendapat fasilitas negara
* Tujuan utama memperoleh keuntungan
* Hubungan-hubungan usaha diatur dalam hukum perdata
* Pegawainya berstatus pegawai Negeri

Macam-macam persaro di Indonesia:

Di Indonesia sendiri yang sudah menjadi Persero adalah PT. PP (Pembangunan Perumahan),PT Bank BNI Tbk, PT Kimia Farma Tbk, PT Indo Farma Tbk, PT Tambang Timah Tbk, PT Indosat Tbk (pada akhir tahun 2002 41,94% saham Persero ini telah dijual kepada Swasta sehingga perusahaan ini bukan BUMN lagi), dan PT Telekomunikasi Indonesia .
5. Perusahaan Umum (PERUM)

Perusahaan Umum (Perum) adalah perusahaan negara yang didirikan dengan tujuan untuk melayani kepentingan umum dan memperoleh keuntungan. Perusahaan ini berstatus badan hukum dan modal usaha yang digunakan seluruhnya milik negara. Dana penunjang usahanya dapat diperoleh dari pinjaman dalam negeri maupun luar negeri.

Ciri-ciri dari BUMN yang berbentuk Perum :

* Bertujuan melayani kepentinan umum yang vital tetapi diperbolehkan untuk mencari keuntungan.
* Modal berasal dari kekayaan negara yang telah dipisahkan.
* Pemimpin dan karyawan berstatus sebagai perusahaan negara atau pegawai negeri.
* Perum berada di bawah pimpinan dewan direksi.

Contohnya :

1. Perum Pegadaian

1. Perum Jasatirta

3. Perum DAMRI

1. Perum Peruri

1. Perum Perhutani

6. Perusahaan Daerah (PD)

Badan usaha yang dibentuk oleh pemerintah daerah untuk mengembangkan perekonomian daerah dan untuk menambah penghasilan daerah. Tujuan pendirian perusahaan daerah ialah untuk ikut serta melaksanakan pembangunan daerah di bawah pimpinan daerah. Status kepegawaian dari perusahaan ini adalah pegawai perusahaan daerah dan ada juga pegawai negeri daerah yang diperbantukan.

Ciri-ciri Perusahaan Daerah :

* Pemerintah memegang hak atas segala kekayaan dan usaha
* Pemerintah berkedudukan sebagai pemegang saham dalam pemodalan perusahaan
* Pemerintah memiliki wewenang dan kekuasaan dalam menetapkan kebijakan perusahaan
* Pengawasan dilakukan alat pelengkap negara yang berwenang
* Melayani kepentingan umum, selain mencari keuntungan
* Sebagai stabillisator perekonomian dalam rangka menyejahterakan rakyat
* Sebagai sumber pemasukan negara
* Seluruh atau sebagian besar modalnya milik negara
* Modalnya dapat berupa saham atau obligasi bagi perusahaan yang go public
* Dapat menghimpun dana dari pihak lain, baik berupa bank maupun nonbankVN:F [1.6.8_931]

7. Perusahaan Jawatan (PERJAN)

Adalah perusahaan Negara yang didirikan dengan tujuan utama untuk melayani kepentingan masyarakat tanpa melepaskan syarat efisiensi efektivitas dan segi ekonomis. Perusahaan jawatan berada di bawah pembinaan dan pengawasan departemen tertentu yang mendirikan dan membawahinya.

Ciri-ciri PERJAN:

1. Bertujan untuk melayani masyarakat
2. Pimpinan dan karyawan berstatus sipil
3. Merupakan bagian dari departemen pemerintah
4. Memperoleh fasilitas Negara
5. Dipimpin oleh seorang kepala yang bertanggung jawab langsung kepada atasannya

Contoh PERJAN:

1. Perusahaan Jawatan Kereta Api yang sekarang telah berubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA)
2. Perusahaan Jawatan Pegadaian sekarang menjadi Perum Pegadaian

8. Koperasi

Adalah bang atauadan usaha yang berangggotakan orang-orang atau badan hukum koperasi dengan melaksanakan kegiatannya berdasarkan prinsip koperasi sekaligus sebagai gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan atas asas kekeluargaan.

* Landasan serta asas koperasi

Koperasi berlandaskan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 serta berdasarkan atas asas kekeluargaan.

* Tujuan Koperasi

Untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil, dan makmur berlandasan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.

* Fungsi dan Peran Koperasi :

1) Membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi angggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya.

2) Berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat.

3) Memperkokoh perekonomian rakyat

4) Berusaha untuk mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi.

* Dalam kegiatannnya koperasi melaksanakan prinsip sebagai berikut :

a) Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka

b) Pengelolaan dilakukan secara demokratis

c) Pembagian sisa hasil usaha dilakukan secara adil sebanding

dengan besarnya jasa usaha masing-masing angggota

d) Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal

e) Kemandirian

* Jenis Koperasi :

– Koperasi Primer, yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan orang/seorang. Sekurang-kurangnya koperasi primer dapat dibentuk 20 orang.

– Koperasi Sekunder, yaitu koperasi yang didirikan oleh dan beranggotakan koperasi.

1. 9. Perusahaan Perseorangan

Adalah unit usaha yang didirikan oleh perorangan yang bertujuan mempunyai kegiatan usaha tertentu.

Ciri-ciri Perusahaan Perseorangan :

Pemilik perusahaan adalah orang pribadi yang menanamkan

modalnya sendiri dan sekaligus menjadi pengelola.

Tanggung jawab tidak terbatas

Perusahaan tidak berbadan hukum

Kelebihan Perusahaan Perseorangan :

Pemilik perusahaan mempunyai kebebasan mutlak dalam bertindak / menjalankan perusahaannya.

Laba dinikmati sendiri dan kerugian ditanggung sendiri.

Cara mendirikan relatif mudah.

Kekurangan Perusahaan Peseorangan :

Kelancaran habisan kegiatan perusahan terlalu tergantung kepada pemilik.

Tanggungjawab yang tidak terbatas mengakibatkan pada saat perusahaan bangkrut / pailit kemungkinan besar kekayaan pribadi akan turut habis digunakan untuk menanggung resiko perusahaan.

Modal sendiri sifatnya relatif terbatas.

10. Lembaga Keuangan

Lembaga keuangan dalam dunia keuangan bertindak selaku lembaga yang menyediakan jasa keuangan bagi nasabahnya, dimana pada umumnya lembaga ini diatur oleh regulasi keuangan dari pemerintah. Bentuk umum dari lembaga keuangan ini adalah termasuk perbankan, building society (sejenis koperasi di Inggris) , Credit Union, pialang saham, aset manajemen, modal ventura, koperasi, asuransi, dana pensiun, dan bisnis serupa lainnya.

Di Indonesia lembaga keuangan ini dibagi kedalam 2 kelompok yaitu lembaga keuangan bank dan lembaga keuangan bukan bank (asuransi, pegadaian, perusahaan sekuritas, lembaga pembiayaan, dll).
· Fungsi Lembaga Keuangan :

Lembaga keuangan ini menyediakan jasa sebagai perantara antara pemilik modal dan pasar utang yang bertanggung jawab dalam penyaluran dana dari investor kepada perusahaan yang membutuhkan dana tersebut. Kehadiran lembaga keuangan inilah yang memfasilitasi arus peredaran uang dalam perekonomian, dimana uang dari individu investor dikumpulkan dalam bentuk tabungan sehingga risiko dari para investor ini beralih pada lembaga keuangan yang kemudian menyalurkan dana tersebut dalam bentuk pinjaman utang kepada yang membutuhkan. Ini adalah merupakan tujuan utama dari lembaga penyimpan dana untuk menghasilkan pendapatan. Contoh dari lembaga keuangan adalah bank.

Source: http://thereeseeyaa.ngeblogs.com/2009/11/20/tugas-pengantar-bisnis-makalah/

Makalah Kesehatan-Penilaian Status Gizi

MAKALAHA. METODE PENILAIAN STATUS GIZI1. ISTILAH YANG BERHUBUNGAN DENGAN STATUS GIZIAda beberapa istilah yang berhubungan dengan status gizi, yaitu:


Gizi adalah suatu. proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digest, absorbsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan uatuk mempertahankan  kesehatan kehidupan, pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
Keadaan akibat dari keseimbangan antara konsumsi dan penyerapan zat gizi dan menggunakan zat-zat gizi tersebut atau keadaan fisiologik akibat dari tersedianya zat gizi dalam selluler tubuh.
Ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Contoh : Gondok endemik merupakan keadaan tidak seimbangnya pemasukan dan pengeluaran yodium dalam tubuh.
Malnutrition (Gizi salah, Malnutrisi)
Keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relative maupun absolut satu atau lebih zat gizi.
Under Nutrition : kekurangan konsumsi pangan secara relatif atau absolut untuk periode tertentuSpesjfic_Desienecy: kekurangan zat gizi tertentu, misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe, dllOver Nutrition: kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentuImbalance : karena disproporsi zat gizi, misalnya : kolesterol terjadi karena tidak seimbangnya LDL ( Low Density Lipoprotein ), HDL ( High Density Lipoprotein ) dan VLDL (Very Low Density Lipoprotein )Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi 4 yaitu:
Antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi
Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitet ( superficial epithelial tissues ) seperti kulit, mata, rambut dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid
Adalah pemeriksaan spesimen yang di uji secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antara lain : darah, urine, tinja danjuga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot.
Adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan.
Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi menjadi 3 yaitu :Adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsiMenganalisis data beberapa statistik kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertetitu dan data lainnya yang bertiubungan dengan giziBengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa faktor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari kedaan ekologi seperti iklim, taaah, irigasi, dll 4. FAKTOR YANG PERLU DIPERTIMBANGKANDalam menentukan diagnosis suatu penyakit perlu digunakan beberapa jenis metode. Penggunaan satu metode akan memberikan gambaran yang kurang komprehensif tentang suatu keadaan. Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih dan menggunakan metode adalah sebagai berikut:Tujuan perlu diperhatikan dalam memilih metode, seperti tujuan ingin melihat fisik seseorang, maka metode yang digunakan adalah antropometri.2. Unit sampel yang akan di ukurBerbagai jenis unit sampel yang akan diukur sangat mempengaruhi penggunaan metode penilaian status gizi. Jenis unit sampel yang akan diukur meliputi individual, rumah tangga/keluarga dan kelompok rawan gizi. Apabila unit sampel yang akan di ukur adalah kelompok / masyarakat yang rawan gizi secara keseluruhan maka menggunakan metode antropometri, karena metode ini murah dan dari segi ilmiah bisa dipertanggungjawabkan.3. Jenis Informasi yang dibutuhkanPemilihan metode penilaian status gizi sangat tergantung pula dari jenis informasi yang diberikan. Jenis informasi antara lain : asupan makanan, berat dan tinggi badan, tingkat hemoglobin dan situasi sosial ekonomi. Apabila menginginkan informasi tentang asupan makanan, maka metode yang digunakan adalah survei konsumsi. Jika ingin mengetahui tingkat hemoglobin maka metode yang digunakan adalah biokimia. Membutuhkan informasi tentang keadaan fisik (berat badan & tinggi badan) maka metodenya adalah antropometri. Dan apabila membutuhkan informasi tentang situasi sosial ekonomi, metode yang digunakan adalah pengukuran faktor ekologi4. Tingkat reliabilitas dan akurasi yang dibutuhkanTiap metode penilaian gizi mempunyai tingkat reliabilitas dan akurasi yang berbeda-beda. Contoh penggunaan metode klinis dalam menilai tingkatan pembesaran kelenjar gondok adalah sangat subyektif sekali. Penilaian ini membutuhkan tenaga medis dan paramedis yang terlatih dan mempunyai pengalaman yang cukup dibidangnya. Berbeda dengan penilaian secara biokimia yang mempunyai reliabilitas dan akurasi yang sangat tinggi. Oleh karena itu jika ada biaya, tenaga dan sarana yang mendukung, maka penilaian status gizi dengan biokimia sangat dianjurkan.5. Tersedianya fasilitas dan peralatanBerbagai jenis fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam penilaian status gizi. Fasilitas tersebut ada yang mudah didapat ada yang sulit diperoleh. Umumnya fasilitas dan peralatan yang dibutuhkan dalam penilaian status gizi secara antropometri relatif mudah didapat dibanding dengan peralatan penentuan status gizi dengan biokimia.Ketersediaan tenaga baik jumlah, maupun mutu sangat mempengaruhi penggunaan metode penentuan status gizi. Jenis tenaga yang digunakan antara lain ; dokter, ahli kimia dan tenaga lain. Penilaian status gizi secara biokimia perlu tenaga ahli kimia/analis kimia karena menyangkut berbagai jenis bahan kimia yang harus dikuasai. Jika menggunakan cara antropometri tidak perlu tenaga ahli, tetapi tenaga tersebut cukup dilatih sebelum menjalankan tugasnya. Kader gizi di posyandu adalah tenaga gizi yang tidak ahli tetapi dapat melaksanakan tugas dengan baik, walaupun disana sini masih terdapat kekurangannya. Tugas utama kader gizi adalah melakukan pengukuran antropometri seperti mengukur tinngi badan, berat badan dan umur anak. Setelah mendapat data mereka dapat memasukkan pada KMS dan langsung dapat menginterpretasikan data tersebut.Penilaian status gizi secara klinis membutuhkan tenaga medis ( dokter) karena salah satu tugasnya adalah menginterpretasikan tanda-tanda klinis.Ketersediaan waktu dalam pengukuran status gizi mempengaruhi metode yang akan digunakan. Waktu yang ada bisa dalam mingguan, bulanan, tahunan. Apabila kita ingin menilai status gizi di suatu masyarakat dan waktu yang singkat maka menggunakan metode antropometri. Jika menggunakan metode biokimia membutuhkan waktu yang lama, biaya, tenaga dan peralatan yang memadai.Masalah dana juga mempengaruhi jenis metode yang akan digunakan untuk menilai status gizi. Umumnya penggunaan metode biokimia relatif mahal dibanding dengan metode lainnya. Penggunaan metode disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai dalain penilaian status gizi.Jadi penilaian metode status penilaian gizi harus mempertimbangkan faktor tersebut diatas. Faktor-faktor itu tidak bisa berdiri sendiri tapi saling mengait. Oleh karena itu untuk menentukan metode penilaian status gizi harus memperhatikan keseluruhan dan mencermati kelebihan dan kekurangan tiap metode tersebut.Pertumbuhan merupakan parameter kesehatan gizi yang cukup peka untuk digunakan dalam menilai kesehatan anak, terutama anak bayi dan balita. Dalam upaya memonitor kesehatan gizi anak ini dipergunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) maupun di klinik kesehatan anak dan Posyandu di wilayah-wilayah Indonesia. Kelompk sampel anak Balita merupakan bagian yang sangat sensitif terhadap perubahan kondisi gizi di dalam masyarakat, sehingga dapat dipergunakan untuk memantau kesehatan gizi masyarakat untukjangka panjang. Pertumbuhan berat badan kelompok ini merupakan parameter paling sesuai karena cukup sensitif; erat hubungannya dengan konsumsi energi dan protein yang merupakan dua jenis zat gizi yang paling sering menimbulkan problema kesehatan gizi pada skala nasional atau daerah luas regional di Indonesia. Parameter ini juga cukup sensitif terhadap perubahan-pembahan akut mengenai konsumsi bahan makanan pokok, dan mudah pelaksanaannya sehingga dapat dilakukan secara berkesinambungan oleh masyarakat itu sendiri dengan biaya murah tanpa memerlukan peralatan rumit dan keahlian khusus. KMS digunakan sebagai suatu sistem pemantauan berat badan balita melaui pencatatan hasil penimbangan dengaa alat timbangan yang bersahaja yaitu dacin telah digunakan di Indonesia dan beberapa negara lain. Hambatan kemajuan pertumbuhan berat badan anak yang dipantau dapat segera terlihat pada grafik pertumbuhan hasil pengukuran periodik yang dicatat dan tertera pada KMS tersebut. Naik turunya jumlah anak Balita yang menderita hambatan pertumbuhan di suatu daerah dapat segera terlihat dalam jangka waktu pendek (bulan) dan dapat segera diteliti lebih jauh apa sebabnya dan dibuat rancangan untuk diambil tindakan penanggulangan secepat mungkin. Kondisi kesehatan masyarakat secara umum dapat dipantau melalui kondisi pertumbuhan anak Balita melalui KMS, yang penimbangannya dilakukan di Posyandu.Pada dasarnya KMS mempergunakan klasifikasi GOMEZ untuk menilai kondisi kesehatan gizi anak, disesuaikan dengan kondisi gizi anak-anak di Indonesia. GOMEZ mengadakan ktasifikasi berat ringannya KKP (Kurang Kalori Protein) berdasarkan berat badan dibandingkan dengan berat standart HARVARD (hasil penelitian di Amerika Serikat oleh Universitas Harvard) sebagai berikut:PCMo (anak sehat) : Berat badan 110 – 90% standart HarvardPCMI : Berat badan 89 – 75% standart HarvardPCMII : Berat badan 74 – 60% standart HarvardPCMUI : Berat badan kurang dari 60% standart HarvardBatas-batas berat badan menurut kualifikasi GOMEZ ini terlalu tinggi bagi anak-anak Indonesia, yang berat badannya rata-rata lebih ringan dibandingkan dengan berat badan anak-anak Amerika, yang menjadi dasar standart Harvard tersebut. Karena itu batas-batas berat badan menurut GOMEZ ini disesuaikan dengan kondisi anak-anak Indonesia, sehingga mendapatkan kualifikasi sebagai berikut: KKP0 (anak sehat) : Berat badan 110 – 85% standart HarvardKKPI : Berat badan 84 – 75% standart Harvard KKPII : Berat badan 74-60% standart Harvard KKPIII : Berat badan kurang dari 60% standart HarvardDalam KMS terdapat jalur-jalur berwarna yang menunjukkan derajat kesehatan anak tersebut dari sudut gizi.Anak sehat (KKP0) digambarkan dengan lahir berat badan yang berwarna hijau. Anak yang sedang diteliti dicatat umurnya dan ditimbang berat badannya.Di bawah Jalur hijau terdapat jalur yang diberi warna kuning. Ini menunjukkan daerah KKP ringan, jadi anak mulai memperlihatkan gangguan pertumbuhan ringan, yang menggambarkan pula adanya gangguan kesehatan.Bila anak lebih jelek lagi, garis kurva pertumbuhan akan lebih menurun lagi masuk ke daerah dibawah garis merah, yang merupakan batas bawah dari jalur kuning. Daerah dibawah garis merah ini menunjukan KKP berat.Untuk mengetahui pertumbuhan balita, anak harus ditimbang setiap bulan secara rutin.Pada penimbangan pertama, sebelum anak ditimbang, kolom-kolom pada KMS yang berkaitan dengan identitas anak dan orang tua diisi lebih dahulu, sesuai dengan Langkah pertama, Langkah kedua, dan Langkah ketiga. Langkah pertama : Mengisi nama anak dan nomor pendaftaranPada halaman muka KMS, isilah nama anak dan nomor pendaftaran sesuai dengan nomor registrasi yang ada di posyandu.Langkah kedua : Mengisi kolom identitas yang tersedia pada halaman dalam KMS-Balita1. Kolom “posyandu” diisi nama posyandu tempat dimana anak didaftar2. Kolom “Tanggal pendaftaran” diisi tanggal, bulan dan tahun anak didaftar pertama kali.3. Kolom “Nama anak” diisi nama jelas anak, sama seperti halaman depan KMS Kolom “Laki-lakiLangkah ketiga : Mengisi kolom bulan lahirSelanjutnya cantumkan bulan lahir anak pada kolom 0, kemudian isilah semua kolom bulan secara berurutanLangkah keempat : Meletakkan titik berat badan pada grafik KMS-BalitaSetelah anak ditimbang, letakkan titik berat badannya pada titik temu garis tegak (sesuai dengan bulan penimbangan) dan garis datar (berat badan).Langkah kelima : Mencatat keadaan kesehatan, makanan dan keadaan lainnya.Catat juga semua kejadian yang dialami anak yang dapat mem-pengaruhi kesehatannya, pada garis tegak (lihat contoh), sesuai bulan bersangkutan. Langkah keenam : Mengisi kolom pemberian imunisasi Kolom ini diisi langsung oleh petugas imunisasi setiap kali setelah imunisasi diberikan (lihat contoh disamping)Langkah ketujuh : Mengisi kolom pemberian kapsul vitamin A dosis tinggi Kolom ini digunakan oleh kader untuk mencatat tanggal pemberian kapsul vitamin A yang diberikan kepada bayi 6-11 bulan (warna biru) dan anak 12-59 bulan (warna merah) pada setiap bulan Februari dan Agustus. Langkah kedelapan : Mengisi kolom Periode Pemberian ASI Ekslusif• Kolom-kolom ini terdapat di bawah kolom-kolom nama bulan 0,1,2,3,4.• Apabila bayi mendapat ASI saja sampai usia 3 bulan, maka kolom 0, 1, 2 dan 3 diisi E0, E1, E2 dan E3. Sedangkan kolom 4 diisi dengan tanda kurang (-), karena anak sudah mulai diberi makan bubur tim lumat.2. Pada Penimbangan Kedua dan SeterusnyaJika bulan lalu anak ditimbang, hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu dalam bentuk garis lurus.Catat juga semua kejadian yang dialami anak pada garis tegak sesuai bulan bersangkutan. • Apabila anak mendapat imunisasi, lakukan langkah keenam.• Apabila anak ditimbang pada bulan kapsul vitamin A (Februari atau Agustus), maka jika anak diberi kapsul vitamin A, lakukan langkah ketujuh. • Apabila umur bayi masih dibawah 5 bulan, lakukan langkah kedelapan. – Meningkatkan Penyuluhan Gizi pada Balita/Masyarakat- Menanggulangi gizi kurang dan menekan kejadian gizi buruk pada balita – Meningkatan penanggulangan kekurangan gizi– Mengembangkan dan membina tenaga gizi- Melaksanakan perbaikan gizi institusi – Melaksanakan perbaikan gizi akibat dampak sosial, pengungsian dan bencana alamSumber: http://skripsi-artikel-makalah.blogspot.com/2010/05/penilaian-status-gizi.html

MAKALAH PENDIDIKAN-RUANG LINGKUP DAN PENDEKATAN PENDIDIKAN LINGKUNGAN

A.    Pengertian Pendidikan Lingkungan dan Kependudukan

Pendidikan dalam arti luas adalah segala pengalaman belajar diberbagai lingkungan yang berlangsung sepanjang hayat dan berpengaruh positif bagi perkembangan individu.
Pendidikan dalam arti sempit dalam prakteknya identik dengan penyekolahan (schooling), yaitu pengajaran formal dibawah kondisi-kondisi yang terkontrol, jadi pendidikan hanya berlangsung  bagi mereka yang menjadi siswa pada suatu sekolah atau mahasiswa pada suatu perguruan tinggi.

Menururut UU SPN No. 20 Tahun 2003 “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, keperibadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masayarakat, bangsa dan negara”.
Lingkungan adalah kesatuan ruang dengan segala makhluk hidup, makhlik tak hidup, dan daya serta manusia dengan segala perilakunya, yang saling berhubungan secara timbal balik, jika ada perubahan salah satu komponen akan mempengaruhi  komponen lainnya. Yang dimaksud dengan Kependudukan adalah sejumlah orang yang tinggal disuatu wilayah atau daerah dengan segala kebudayaan, tata kehidupan dan adanya peraturan pemerintahan yang mengaturnya.
Untuk mengendalikan lingkungan agar tetap terjaga sebagai mana mestinya maka diperlukan pendidikan kepada setiap individu selanjutnya setiap penduduk agar bisa menjaga ekosistem dan kesetabilan lingkungannya.


B.    Pendekatan Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH)


Pendidikan Lingkungan Hidup adalah program pendidikan untuk membina anak didik agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap, dan perilaku yang rasional serta bertanggung jawab terhadap alam dan terlaksananya pembangunan yang berkelanjutan.(Mustofa).
Tujuan Pendidikan Lingkungan Hidup adalah agar siswa memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku rasional dan bertanggung jawab terhadap masalah kependudukan dan lingkungan hidup. PLH bukan mata pelajaran yang berdiri sendiri melainkan mata pelajaran yang di integrasikan keberbagai mata pelajaran dalam kurikulum terutama kurikulum SD yang berlaku.
Pendidikan Lingkungan Hidup pada jalur pendidikan formal dapat ditempuh melalui dua pendekatan yaitu pendekatan monolitik dan integrative.


1.    Pendekatan Monolitik
Pendekatan monolitik adalah pendekatan yang didasarkan pada suatu pemikiran bahwa setiap mata pelajaran merupakan komponen yang berdiri sendiri dalam kurikulum dan mempunyai tujuan tertentu dalam kesatuan yang utuh. System pendekatan ini dapat ditempuh melalui dua cara, yaitu:
1)    Membangun satu disiplin ilmu baru yang diberi nama PLH. Nantinya dijadikan mata pelajaran yang terpisah dari ilmu-ilmu lain.
2)    Membangun paket Pendidikan Lingkungan Hidup (PLH) yang merupakan mata pelajaran yang berdiri sendiri.
Kelebihan pendekatan monolitik
1)    Mata pelajaran yang berdiri sendiri.
2)    Persiapan mengajar lebih mudah dan bahan-bahannya dapat diketahui dari silabus.
3)    Pengetahuan yang diperoleh siswa akan lebih sintesis.
4)    Waktu yang disediakan dapat secara khusus, pencapaian tujuan bisa lebih aktif.
5)    Evaluasi belajar bisa lebih jelas dan mudah.
Kelemahan Pendekatan Monolitik
1)    Perlu dibuat silabus sebagai mata pelajaran yang berdiri sendiri sejajar dengan mata pelajaran lain.
2)    Perlu menambah tenaga pengajar yang mempunyai spesialisasi dalam Pendidikan Lingkungan Hidup.
3)    Kemungkinan menambah beban belajar siswa dari mata pelajaran yang ada sekarang dalam kurikulum.


2.    Pendekatan Terpadu (Integratif)
Pendekatan terpadu adalah pendekatan yang didasarkan pemaduan mata pelajaran Pendidikan Lingkungan Hidup dengan mata pelajaran lain. Pendekatan ini dapat ditempuh melalui dua cara, yaitu:
a.    Membangun suatu unit atau seri pokok bahasan yang disiapkan untuk dipadukan kedalam mata pelajaran tertentu.
b.    Membangun suatu program inti yang bertitik tolak dari suatu mata pelajaran tertentu.
Kelebihan Pendekatan Terpadu
1)    Tidak perlu menambah tenaga kerja pengajar khusus dibidang PLH.
2)    Makin banyak guru mata pelajaran lain yang terlibat sehingga siswa memperoleh bahan yang lebih banyak.
Kelemahan pendekatan terpadu
1)    Perlu adanya penataran guru untuk pelajaran PLH yang dipadukan.
2)    Perlu mengubah silabus dan jam pelajaran yang telah ada.
3)    Timbul kesulitan proses untuk memadukan PLH dengan pelajaran lain.
4)    Kemungkinan tenggelamnya program PLH ke dalam mata pelajaran lain dan sebaliknya.
5)    Keterbatasan waktu yang tersedia dapat menghambat tercapainya tujuan dengan baik.
6)    Evaluasi perlu cara khusus karena adanya dua tujuan dalam satu kegiatan pembelajaran.
Pertimbangan pemerintah dalam hal ini Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan pelaksanaan PLH dalam program sekolah melalui pendekatan terpadu. Agar ini berhasil maka perlu memperhatikan factor-faktor sebagai berikut:
a.    Perpaduan harus dilakukan secara tepat agar pengetahuan mata pelajaran yang dijadikan perpaduan tidak mengalami perubahan susunan.
b.    Susunan pengetahuan yang jadi perpaduan berdasarkan kurikulum yang ada pada system persekolahan yang sedang berlaku.
c.    Mata pelajaran induk yang dipilih sebagai wadah perpaduan memiliki daya serap yang cukup.
Adapun mata pelajaran yang utama sebagai wadah perpaduan adalah Pendidikan Agama, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, PENJAS dan Pendidikan Kewarga Negaraan.


C.    Ruang Lingkup Keadaan Sekitar Lingkungan Kependudukan
Dalam lingkungan tidak lepas dari dua komponen biotik dan abiotik. Biotik didalamnya terdapat mahluk hidup termasuk manusia, abiotik yaitu benda mati batu, tanah, matahari, anggin, air dan sebagainya. Tetapi yang paling besar peranannya adalah manusia.
Manusia pada dasarnya sebagai mahluk individu yang hidupnya pengen sendiri serakah, tetapi manusia juga tidak lepas dari orang lain dan lingkungan sekitar karena itu manusia disebut juga mahkluk sosial. Manusia tidak bisa hidup sendiri ia membutuhkan interaksi dengan sesamanya dilingkungan hidup ini. Karena secara naluriah manusia selalu ingin berkumpul dengan orang lain sebab memiliki akal yang sempurna.
Segala hal yang melibatkan dua orang atau lebih, melibatkan orang lain berarti sosial.
a. Individu dan Masyarakat
Manusia adalah salah satu makhluk yang ada di dunia, tetapi manusia lebih sempurna dengan makhlik lainnya yang ada di dunia. Karena adanya akal dan perbuatannya pun diatur oleh akal hanya sebagian kecil diatur oleh naluri. Dengan akalnya itu manusia mempunyai pengetahuan dan terus mengembangkan sehingga tercipta sesuatu hal yang baru dan lebih bermanfaat. Namun potensial itu hanya mungkin menjadi kenyataan apabila individu yang berpotensial bersangkutan saling berinteraksi dan hidup dalam suatu masyarakat saling timbal balik dan saling melengkapi.
b.    Kelompok Sosial
Kecenderungan manusia untuk berkumpul/berkelompok timbul dari kesadaran manusia akan keinginan hidup saling memerlukan. Pergaulan antar sesama manusia adalah kebutuhan dan dari pengalamannya itu manusia harus memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan itu semua tidak bisa dilakukan sendiri yakni harus ada timbale balik dari sesamanya di lingkungan sosial tersebut, maka itu terjadilah interaksi sosial.
c.    Hubungan Makhluk dengan Lingkungan
Lingkungan terdiri komponen biotik dan abiotik. Biotik terdiri dari manusia, hewan dan tumbuhan. Abiotik terdiri dari benda-benda tak bernyawa yang ada disekitar kita.
Antara makhluk yang satu dengan yang lainnya saling ketergantungan dan saling melengkapi, seperti manusia membutuhkan hewan dan tumbuhan untuk keperluan pangan, butuh air untuk minum dan lainnya. Hewan dan tumbuhan membutuhkan air untuk bertahan hidup, butuh matahari dan sebagainya.
d.    Penduduk dan Sumber Daya Alam (SDA)
Manusia hidup bersama unsur lingkungan yang lainnya yakni SDA. SDA adalah segala sesuatu yang ada di alam berupa biotik atau abiotik yang dapat dimanfaatkan manusia untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Jumlah penduduk makin meningkat berarti kebutuhannya juga meningkat. Dengan berbagai cara manusia mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memenuhi kebutuhan tetapi hasil dari pengetahuan dan IPTEK ada yang menguntungkan ada juga yang tidak. Sebab SDA menurut jenisnya ada dua yaitu biotik dan abiotik, menurut sifatnya SDA yang dapat diperbaharui dan SDA yang tidak dapat diperbaharui, oleh sebab itu kita harus waspada atas kelestarian SDA.
Agar SDA tetap lestari keberadaannya dibutuhkan pemeliharaan lingkungan dan tidak mudah tentunya, maka harus ada kesadaran seluruh warga dalam melestarikan lingkungan dan disini diperlukan pendidikan agar tiap individu bisa melakukannya.


D.    Permasalahan Lingkungan dan Kependudukan
Masalah lingkungan hidup adalah suatu persoalan yang dihadapi semua bangsa di dunia baik bangsa yang maju dan berkembang. Menurut Emil Salim (1986), sudah sejak lama masyarakat Indonesia hidup akrab dengan lingkungan alam juga memiliki semangat kekeluargaan yang besar dalam lingkungan sosial, dengan kata lain masyarakat Indonesia telah menerapkan pola hidup yang serasi dengan lingkungan hidup.
Jumlah penduduk mempengaruhi keseimbangan lingkungan, penyediaan sumber kekayaan lingkungan juga jadi tujuan sebagai bahan pemenuhan kebutuhan hidup. Penggunaan teknologi dan ilmu pengetahuan yang tidak tepat dapat mengganggu keseimbangan lingkungan, peningkatan jumlah penduduk dan perkembangan IPTEK akan diikuti oleh pemakaian lahan.
Tahun 1972 diadakan konferensi PBB di Stockholm, dan membahas tentang lingkungan hidup. Oleh karena tanggal 5 juni 1972 merupakan hari pembukaan konferensi maka tanggal 5 juni disepakati sebagai hari lingkungan hidup sedunia.


Lingkungan Hidup dan Sistem Lingkungan
1.  Lingkungan hidup
Ilmu yang mendasari tentang lingkungan adalah Ekologi. Ilmu lingkungan mempelajari makhluk hidup berdasarkan unit populasinya. Akibat naiknya kepadatan populasi akan timbul persaingan dalam memenuhi kebutuhan masing-masing. Akan timbul akibat persaingan tersebuit yaitu jika:
1)    Efek ekologi bila berlangsung pada waktu singkat.
2)    Efek evolusi bila berlangsung pada waktu relatife lama.
Ada 2 faktor lingkungan yang dapat menurunkan daya baik populasi yaitu:
1)    Bergantung kepadatan populasi itu sendiri, seperti ruang untuk hidup.
2)    Factor yang tidak bergantung pada kepadatan populasi, seperti suatu lingkungan tertentu.
Menurut Soemarwoto (1985) ada beberapa factor yang menentukan lingkungan hidup yaitu:
1)    Jenis dan jumlah masing-masing jenis unsur lingkungan hidup.
2)    Hubungan atau interaksi antara unsur dalam lingkungan.
3)    Kelakuan atau kondisi unsur lingkungan hidup.
4)    Non-material, suhu, cahaya, kebisingan.


2. Teknologi dan lingkungan
Ilmu pengetahuan dan teknologi memberi peluang kepada manusia untuk merubah lingkungan. Perubahan yang terjadi bisa secara cepat atau lambat. Manusia menggunakan teknologi dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Akan tetapi perlu diingat bahwa pada hakikatnya teknologi selain dapat membawa kesejahteraan dapat pula membawa bencana.
Pemakaian ilmu pengetahuan dan teknologi dalam meningkatkan kualitas hidup manusia memberikan efek samping tersendiri. Adanya pabrik dan berbagai industri akan menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. WHO telah menetapkan ada 4 tingkat pencemaran, yaitu:
1)    Pencemaran yang tidak menimbulkan kerugian kepada manusia jika dilihat dari zat pencemaran dan waktu kontaknya dengan lingkungan.
2)    Pencemaran yang mulai mengakibatkan iritasi ringan pada panca indra.
3)    Pencemaran yang sudah mengakibatkan reaksi pada paal tubuh dan menyebabkan sakit kronis.
4)    Pencemaran yang sudah besar sehingga menimbulkan gangguan dan menyebabkan sakit parah bahkan kematian.
Manfaat teknologi
Teknologi sangat bermanfaat bagi manusia diantaranya adalah:
–    Teknologi informasi dan komunikasi misalnya; dapat menyaksikan dan mendengarkan peristiwa yang terjadi di negara lain yang jaraknya sangat jauh, adanya TV, komputer, radio, telepon genggam, satelit dan sejenisnya.
–    Teknologi transfortasi misalnya; adanya kendaraan bermotor mobil, kereta, kapal laut, pesawat terbang dapat mempermudah berpindah dari satu tempat ketempat lain yang jauh dalam waktu yang singkat.
–    Bidang kedokteran misalnya; telah menggunakan sinar radio aktif untuk diagnosis dan pengobatan, pada pengobatan kangker misalnya.
–    Bidang pertanian misalnya; petani dapat mengusahakan tanamannya sepanjang tahun karena tidak lagi mengandalkan sipat-sipat alam seperti curah hujan, unsur hara, sinar matahari dan sebagainya. Pengairan dengan mesin pompa, irigasi, pupuk buatan, insektisida, herbisida dan lainnya.
–    Bidang keamanan misalnya; pesawat zet tempur, senjata api, bom dan lainnya sering dipakain dalam perang.
Akibat buruk teknologi
Teknologi juga ada dampak buruknya yakni; adanya pencemaran udara akibat kendaraan bermotor dan pabrik, pencemaran lingkungan, limbah pabrik yang tidak termanfaatkan. Penggunaan gas-gas beracun dan sebagainya ini menyebabkan lapisan ozon menipis akibatnya suhu meningkat, panas, banyak penyakit terutama kangker kulit.
Akibat intensifikasi pertanian banyak burung yang musnah, penggunaan insektisida, herbisida, pupuk buatan dan zat sejenisnya dapat mengakibatkan kesuburan tanah hilang dalam waktu relati lama dan akhirnya ketergantungan zat-zat kimia tersebut dan membahayakan kita. Insektisida DDT, adalah hidrat orang yang diklorinasi dan tidak larut di air, bila terkonsumsi akan terjadi penurunan populasi hewan khususnya.
Gampangnya mendapat informasi, memudahkan orang yang menyalah gunakan teknologi misalnya; Telepon untuk maksiat, TV, memudahkan orang berbuat jahat dan sebagainya itu semua penyalah gunaan teknologi yang harus kita waspadai.


E.    Fungsi  Pendidikan Lingkungan Hidup terhadap Kependudukan
Proses belajar mengajar sebaiknya dilakukan dengan pendekatan lingkungan alam sekitar (PLAS). Dasar filosofis mengajar dengan mengimpelementasikan pendekatan lingkungan alam sekitar adalah dari Rousseau dan Pestalozzi.
Jean Jacques Rousseau (1712-1788), mengatakan bahwa kesehatan dan aktifitas fisik adalah faktor utama dalam pendidikan anak-anak. Rousseau percaya bahwa “anak harus belajar langsung dari pengalaman sendiri, dari pada harus mendengarkan dari penjelasan buku”. Disini lingkungan sangat berperan penting dalam proses pembelajaran.
Johann Heinrich Pestalozzi (1716-1827), seorang pendidik berkebangsaan Swiss, dengan konsef “Home School”nya, menjadikan lingkungan alam sekitar sebagai objek nyata untuk memberikan pengalaman pertama bagi anak-anak. Pestalozzi juga mengajarkan ilmu bumi dan alam sekitar kepada anak didiknya dengan fasilitas yang ada dilingkungan sekitarnya dan menanamkan rasa tanggung jawab pada diri anak akan dirinya sendiri juga lingkungan agar tetap seimbang.
Tanpa adanya campur tangan manusia, lingkungan hidup belum tentu dapat terawat. Makanya dari pada itu, kependudukan mesti berperan aktif dalam upaya menyalamatkan lingkungan.
Di antaranya adalah:
1.    Peran sebagai pengelola, bukan penghancur lingkungan.
Saat ini, banyak sekali penduduk yang perannya tidak sesuai dengan kenyataan. Yang mestinya menjadi pengelola, malah yang menjadi pengrusaknya. Pohon ditebang, lahan dieksporitasi dan udara dibuat mengandung penyakit.
2.    Peran sebagai penjaga, bukan perusak lingkungan.
Kalau dalam diri penduduk sudah sadar akan pentingnya lingkungan hidup untuk kehidupannya. Maka, mereka akan menjadi penjaga, bukan menjadi perusak demi kepentingan pribadinya.
Sebab itulah pendidikan lingkungan di butuhkan dan harus diberikan kepada anak sejak dini agar mereka mengerti dan kelak tidak merusak lingkungan.
Pendidikan lingkungan sangat berpengaruh tehadap kependudukan, diantaranya:
1.    Aspek Kognitif
Pendidikan lingkungan mempunyai fungsi terhadap kognitif yakni untuk meningkatkan pemahaman terhadap permasalahan lingkungan kependudukan, selain itu meningkatkan daya ingat, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi terhadap kondisi yang terjadi dalam lingkungan sekitarnya.
2.    Aspek Afektif
Sementara itu, Pendidikan lingkungan berfungsi juga dalam aspek afektif, yakni dapat meningkatkan penerimaan, penilaian,  pengorganisasian dan karakteristik kepribadian dalam menata kehidupan dalam keselarasan dengan alam. Sehingga, adanya penataan teradap kependudukan dilingkungan hidupnya.
3.    Aspek Psikomotor
Dalam aspek psikomotor, fungsi Pendidikan Lingkungan cukup berperan dalam peniruan, manipulasi, ketetapan, artikulasi, dan pengalamiahan dalam tentang lingkungan yang ada disekitar kita, dalam upaya ningkatkan hajanah kebudayaan misalnya.
4.    Asepek Minat
Dalam aspek terakhir ini juga, fungsi dari pendidikan lingkungan terhadap kependudukan, yang dalam hal ini adalah penduduknya meningkat dalam minat yang tumbuh dalam dirinya.  Minat tersebut, digunakan untuk meningkatkan usaha dalam menumbuhkan kesuksesan kependudukan yang ada.
Sjarkowi (2005), mengatakan bahwa membangun kadar pemahaman yang seimbang tentang peran aktif manusia pembangunan di tengah lingkungan hidupnya, maka di seluruh penjuru nusantara perlu diselenggarakan program penghijauan kurikula (Greening The Curicules) seperti digagas Collet, J & S dan Karakhaslan (1996). Dengan pola dan bobot pendidikan yang berwawasan lingkungan itu maka kadar kesepahaman antar sesama manusia pembangunan dan bobot kerjasama pro-aktif dan reaktif mereka terhadap bencana dan kerugian lingkungan pun akan dapat ditumbuhkan dengan cepat secara internal daerah atau bahkan kebangsaan maupun internasional.
Bencana lingkungan hidup seperti kebakaran, banjir, longsor dan lainya dapat merusak sumber daya alam. Sekali dimensi kelestarian sumber daya itu mengalami kerusakan tentunya akan sulit dipulihkan. Maka dapat dimengerti betapa pentingnya merealisasikan program pendidikan lingkungan, agar lingkungan terjaga keseimbangannya.

A.    Kesimpulan
Pada dasarnya kehidupan ini selaras seimbang antara segala sesuatu yang ada didalamnya, yaitu makhluk hidup ada manusia, hewan dan tumbuhan, dan semua benda mati yang dapat dimanfaatkan dan mempunyai peran dalam kehidupan ini. Yang membuat lingkungan rusak dan tidak tertata lagi selain sang pencipta adalah masalah siapa yang menduduki dan menjadi pemimpin di atasn  kehidupan lingkungan ini tiada lain yakni manusia.
Kalau lingkungan mau setabil berarti manusia harus bisa menata kembali tatanannya dengan cara mendidik individu-individu manusianya agar dapat mengelola lingkungannya.
Lingkungan dan Kependudukan  bisa selaras apabila satu sama lain bisa seimbang. Dalam penerapan yang ada, pelaku utamanya adalah manusia selaku penduduk, yang di fokuskan kepada pengelolaan lingkungan  melalui pedekatan pendidikan lingkungan muali dari tingkat SD hingga perguruan tinggi dan kepada masyarakat.
Lingkungan akan menjadi bumerang bila, kita tidak bisa mengelolanya dengan baik. Apalagi kalau sudah terjadi bencana alam maka lingkungan akan mengancam keselamatan kita.

B.    Saran
Dalam kesempatan kali ini penyusun berharap dan memberikan saran agar kita selaku makhluk yang mendiami lingkungan harus bisa menjaga keseimbangan dan keselarasan lingkungan sendiri gausah disuruh dan diperintah. Mulailah dari sekarang, dari hal yang terkecil, mulai dari diri kita masing-masing.
Dan tuntutlah ilmu juga pendidikan lebih luas dan bijaksana agar tatanan kehidupan selaras seimbang antara satu hal dengan hal lain yang ada didalamnya, dengan begitu maka akan tercipta kehidupan yang aman, nyaman dan tentram terkendali.


DAFTAR FUSTAKA
Syaripudin, Tatang. 2006. Landasan Pendidikan. Bandung : Sub Kordinator MKDP Landasan Pendidikan  Fakultas Ilmu Pendidikan UPI
Pratomo, Suko. 2008. Pendidikan lingkungan (EnvironmentEducation). Bndung : Sonagar Press
Syamsudin, Helius dkk. 1992. Pendidikan IPS 1. Jakarta : DEPDIKNAS DIKTI PROYEK PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1992/1993
R.E. Kaligis, Jenny. 1991. Pendidikan IPA. Jakarta : DEPDIKNAS DIKTI PROYEK PEMBINAAN KEPENDIDIKAN 1991/1992
Modified by ychi@2005::designed by pixelthemes.com
Dirdjosoemarto, Soendjojo dkk. 1991. Pendidikan IPA 2. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Darmodjo, Hendro. 1992. Pendidikan IPA 1. Jakarta : DEPDIKNAS DIKTI PROYEK PEMBINAAN TENAGA KEPENDIDIKAN 1992/1993
Barlia, Lily. 2006. Mengajar dengan Pendekatan Lingkungan Alam Sekitar. DEPDIKNAS DIKTI DIREKTORAT KETENAGAAN 2006


Sumber : http://makalahkumakalahmu.wordpress.com/2008/10/29/ruang-lingkup-dan-pendekatan-pendidikan-lingkungan/#more-452;

MAKALAH PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN-Permasalahan Yang Timbul Dari Pilkada 2005

MAKALAH tentang Pilkada-Kesadaran akan pentingnya demokrasi sekarang ini sangat tinggi. Hal ini dapat dilihat dari peran serta rakyat Indonesia dalam melaksanakan Pemilihan Umum baik yang dilaksakan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Ini terlihat dari jumlah pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya yang sedikit. Pemilihan umum ini langsung dilaksanakan secara langsung pertama kali untuk memilih presiden dan wakil presiden serta anggota MPR, DPR, DPD, DPRD di tahun 2004. Walaupun masih terdapat masalah yang timbul ketika waktu pelaksanaan. Tetapi masih dapat dikatakan suses.
Setelah suksesnya Pemilu tahun 2004, mulai bulan Juni 2005 lalu di 226 daerah meliputi 11 propinsi serta 215 kabupaten dan kota, diadakan Pilkada untuk memilih para pemimpin daerahnya. Sehingga warga dapat menentukan peminpin daerahnya menurut hati nuraninya sendiri. Tidak seperti tahun tahun yang dahulu yang menggunakan perwakilan dari partai. Namun dalam pelaksanaan pilkada ini muncul penyimpangan penyimpangan. Mulai dari masalah administrasi bakal calon sampai dengan yang berhubungan dengan pemilih.
Pengertian dan Landasan Hukum Pilkada
Kata demokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan. Sehingga demokrasi dapat diartikan pemerintahan dari rakyat dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Pemerintahan yang kewenangannya pada rakyat. Semua anggota masyarakat (yang memenuhi syarat ) diikutsertakan dalam kehidupan kenegaraan dalam aktivitas pemilu. Pelaksanaan dari demokrasi ini telah dilakukan dari dahulu di berbagai daerah di Indonesia hingga Indonesia merdeka sampai sekarang ini. Demokrasi di negara Indonesia bersumberkan dari Pancasila dan UUD ’45 sehingga sering disebut dengan demokrasi pancasila. Demokrasi Pancasila berintikan musyawarah untuk mencapai mufakat, dengan berpangkal tolak pada faham kekeluargaan dan kegotongroyongan
Indonesia pertamakali dalam melaksanakan Pemilu pada akhir tahun 1955 yang diikuti oleh banyak partai ataupun perseorangan. Dan pada tahun 2004 telah dilaksanakan pemilu yang secara langsung untuk memilih wakil wakil rakyat serta presiden dan wakilnya. Dan sekarang ini mulai bulan Juni 2005 telah dilaksanakan Pemilihan Kepala Daerah atau sering disebut pilkada langsung. Pilkada ini merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat. Ada lima pertimbangan penting penyelenggaraan pilkada langsung bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.
Pilkada langsung merupakan jawaban atas tuntutan aspirasi rakyat karena pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR, DPD, bahkan kepala desa selama ini telah dilakukan secara langsung.Pilkada langsung merupakan perwujudan konstitusi dan UUD 1945. Seperti telah diamanatkan Pasal 18 Ayat (4) UUD 1945, Gubernur, Bupati dan Wali Kota, masing-masing sebagai kepala pemerintahan daerah provinsi, kabupaten, dan kota dipilih secara demokratis. Hal ini telah diatur dalam UU No 32 Tahun 2005 tentang Pemilihan, Pengesahan, Pengangkatan, dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah.Pilkada langsung sebagai sarana pembelajaran demokrasi (politik) bagi rakyat (civic education). Ia menjadi media pembelajaran praktik berdemokrasi bagi rakyat yang diharapkan dapat membentuk kesadaran kolektif segenap unsur bangsa tentang pentingnya memilih pemimpin yang benar sesuai nuraninya.Pilkada langsung sebagai sarana untuk memperkuat otonomi daerah. Keberhasilan otonomi daerah salah satunya juga ditentukan oleh pemimpin lokal. Semakin baik pemimpin lokal yang dihasilkan dalam pilkada langsung 2005, maka komitmen pemimpin lokal dalam mewujudkan tujuan otonomi daerah, antara lain untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan selalu memerhatikan kepentingan dan aspirasi masyarakat agar dapat diwujudkan.Pilkada langsung merupakan sarana penting bagi proses kaderisasi kepemimpinan nasional. Disadari atau tidak, stock kepemimpinan nasional amat terbatas. Dari jumlah penduduk Indonesia yang lebih dari 200 juta, jumlah pemimpin nasional yang kita miliki hanya beberapa. Mereka sebagian besar para pemimpin partai politik besar yang memenangi Pemilu 2004. Karena itu, harapan akan lahirnya pemimpin nasional justru dari pilkada langsung ini.Pelaksanaan dan Penyelewengan Pilkada
Pilkada ini ditujukan untuk memilih Kepala daerah di 226 wilayah yang tersebar dalam 11 provinsi dan 215 di kabupaten dan kota. Rakyat memilih kepala daerah masing masing secara langsung dan sesuai hati nurani masing masing. Dengan begini diharapkan kepala daerah yang terpilih merupakan pilihan rakyat daerah tersebut. Dalam pelaksanaannya pilkada dilaksanakan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah masing masing. Tugas yang dilaksanakan KPUD ini sangat berat yaitu mengatur pelaksanaan pilkada ini agar dapat terlaksana dengan demokratis. Mulai dari seleksi bakal calon, persiapan kertas suara, hingga pelaksanaan pilkada ini.
Dalam pelaksanaannya selalu saja ada masalah yang timbul. Seringkali ditemukan pemakaian ijasah palsu oleh bakal calon. Hal ini sangat memprihatinkan sekali . Seandainya calon tersebut dapat lolos bagai mana nantinya daerah tersebut karena telah dipimpin oleh orang yang bermental korup. Karena mulai dari awal saja sudah menggunakan cara yang tidak benar. Dan juga biaya untuk menjadi calon yang tidak sedikit, jika tidak iklas ingin memimpin maka tidakan yang pertama adalah mencari cara bagaimana supaya uangnya dapat segera kemali atau “balik modal”. Ini sangat berbahaya sekali.
Dalam pelaksanaan pilkada ini pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Seringkali bagi pihak yang kalah tidak dapat menerima kekalahannya dengan lapang dada. Sehingga dia akan mengerahkan massanya untuk mendatangi KPUD setempat. Kasus kasus yang masih hangat yaitu pembakaran kantor KPUD salah satu provinsi di pulau sumatra. Hal ini membuktikan sangat rendahnya kesadaran politik masyarakat. Sehingga dari KPUD sebelum melaksanakan pemilihan umum, sering kali melakukan Ikrar siap menang dan siap kalah. Namun tetap saja timbul masalah masalah tersebut.
Selain masalah dari para bakal calon, terdapat juga permasalahan yang timbul dari KPUD setempat. Misalnya saja di Jakarta, para anggota KPUD terbukti melakukan korupsi dana Pemilu tersebut. Dana yang seharusnya untuk pelakasanaan pemilu ternyata dikorupsi. Tindakan ini sangat memprihatinkan. Dari sini dapat kita lihat yaitu rendahnya mental para penjabat. Dengan mudah mereka memanfaatkan jabatannya untuk kesenangan dirinya sendiri. Dan mungkin juga ketika proses penyeleksian bakal calon juga kejadian seperti ini. Misalnya agar bisa lolos seleksi maka harus membayar puluhan juta.
Dalam pelaksanaan pilkada di lapangan banyak sekali ditemukan penyelewengan penyelewengan. Kecurangan ini dilakukan oleh para bakal calon seperti :
Sepertinya money politik ini selalu saja menyertai dalam setiap pelaksanaan pilkada. Dengan memanfaatkan masalah ekonomi masyarakat yang cenderung masih rendah, maka dengan mudah mereka dapat diperalat dengan mudah. Contoh yang nyata saja yaitu di lingkungan penulis yaitu desa Karangwetan, Tegaltirto, Berbah, Sleman, juga terjadi hal tersebut. Yaitu salah satu dari kader bakal calon membagi bagikan uang kapada masyarakat dengan syarat harus memilih bakal calon tertentu. Tapi memang dengan uang dapat membeli segalanya. Dengan masih rendahnya tingkat pendidikan seseorang maka dengan mudah orang itu dapat diperalat dan diatur dengan mudah hanya karena uang. Jadi sangat rasional sekali jika untuk menjadi calon kepala daerah harus mempunyai uang yang banyak. Karena untuk biaya ini, biaya itu. Intimidasi ini juga sangat bahaya. Sebagai contoh juga yaitu di daerah penulis oknum pegawai pemerintah melakukan intimidasi terhadap warga agar mencoblos salah satu calon. Hal ini sangat menyeleweng sekali dari aturan pelaksanaan pemilu.Tindakan ini paling sering terjadi. Padahal sudah sangat jelas sekali aturan aturan yang berlaku dalam pemilu tersebut. Berbagai cara dilakukan seperti pemasangan baliho, spanduk, selebaran. Sering juga untuk bakal calon yang merupakan Kepala daerah saat itu melakukan kunjungan keberbagai daerah. Kunjungan ini intensitasnya sangat tinggi ketika mendekati pemilu. Ini sangat berlawanan yaitu ketika sedang memimpin dulu. Selain itu media TV lokal sering digunakan sebagi media kampanye. Bakal calon menyam paikan visi misinya dalam acara tersbut padahal jadwal pelaksanaan kampanye belum dimulai.Kampanye negatif ini dapat timbul karena kurangnya sosialisasi bakal calon kepada masyarakat. Hal ini disebabkan karena sebagian masyarakat masih sangat kurang terhadap pentingnya informasi. Jadi mereka hanya “manut” dengan orang yang disekitar mereka yang menjadi panutannya. Kampanye negatif ini dapat mengarah dengan munculnya fitnah yang dapat merusak integritas daerah tersebut. Dalam melaksanakan sesuatu pasti ada kendala yang harus dihadapi. Tetapi bagaimana kita dapat meminimalkan kendala kendala itu. Untuk itu diperlukan peranserta masyarakat karena ini tidak hanya tanggungjawab pemerintah saja. Untuk menggulangi permasalah yang timbul karena pemilu antara lain :
Seluruh pihak yang ada baik dari daerah sampai pusat, bersama sama menjaga ketertiban dan kelancaran pelaksanaan pilkada ini. Tokoh tokoh masyarakat yang merupakan panutan dapat menjadi souri tauladan bagi masyarakatnya. Dengan ini maka dapat menghindari munculnya konflik.Semua warga saling menghargai pendapat. Dalam berdemokrasi wajar jika muncul perbedaan pendapat. Hal ini diharapkan tidak menimbulkan konflik. Dengan kesadaran menghargai pendapat orang lain, maka pelaksanaan pilkada dapat berjalan dengan lancar.Sosialisasi kepada warga ditingkatkan. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat. Sehingga menghindari kemungkinan fitnah terhadap calon yang lain.Memilih dengan hati nurani. Dalam memilih calon kita harus memilih dengan hati nurani sendiri tanpa ada paksaan dari orang lain. Sehingga prinsip prinsip dari pemilu dapat terlaksana dengan baik.Bangsa yang belajar adalah bangsa yang setiap waktu berbenah diri. Pemerintah Indonesia telah berusaha membenahi sistem yang telah dengan landasan untuk mengedepankan kepentingan rakyat. Walaupun dalam pelaksanaan pilkada ini masih ditemui berbagai macam permasalhan tetapi ini semua wajar karena indonesia baru menghadapi ini pertama kalinya setelah pemilu langsung untuk memilih presiden dan wakilnya. Ini semua dapat digunakan untuk pembelajaran politik masyarakat. Sehingga masyarakat dapat sadar dengan pentingnya berdemokrasi, menghargai pendapat, kebersamaan dalam menghadapai sesuatu. Manusia yang baik tidak akan melakukan kesalahan yang pernah dilakukan. Semoga untuk pemilihan umum yang berikutnya permasalah yang timbul dapat diminimalkan. Sehingga pemilihan umum dapar berjalan dengan lancar.


Abraham Panumbangan (mahasiswa fisipol UMY).Masih perlu waktu. www.kr.co.id edisi Jum’at, 15 Juli 2005
Hasan Shadily, dkk.1973. Ensiklopedi Umum . Jakarta: Yayasan Dana Buku Franklin Jakarta.
M. Ma’ruf (Mentri Dalam Negeri).Optimisme hadapi pilkada langsung. www.kompas.com edisi selasa, 22 Februari 2005
Redaksi Kompas. APBN-P 2005 Bantu Rp 464,9 Miliar
. www.kompas.com edisi Rabu, 30 Maret 2005
Suardi Abubakar, dkk. 2000. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan 2 SMU.Jakarta: Yudhistira.



NIM        : 03/169946/DPA/01631
Prodi / Fak.    : Komsi / MIPA

MAKALAH MANAJEMEN KEARSIPAN

Halaman
KATA PENGANTAR …………………………………………………… II
BAB I Pendahuluan ………………………………………………
1. Pengertian dan Peranan Kearsipan ……………………
2. Beberapa Istilah di Dalam Kearsipan …………………
BAB II Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan …………………..
3. Dasar Hukum dan Dasar Pertimbangan ………………
4. Pengertian , Fungsi dan tujuan arsip ………………….
5. Tugas Pemerintah di bidang kearsipan ……………….
6. Organisasi Kearsipan …………………………………
7. Kewajiban Kearsipan …………………………………
8. Ketentuan Pidana ……………………………………..
9. Arsip Nasional Republik Indonesia …………………..

BAB III Penanganan Dan Cara Mengarsip Surat ………………….
10. Penanganan Surat ………………………………………
11. Tata Cara Mengarsip Surat (filling) ……………………
BAB IV Pemeliharaan Dan Penjagaan Arsip ………………………..
12. Beberapa Jenis Musuh Kertas ………………………….
13. Ruangan Penyimpanan Arsip …………………………..
14. Penjagaan ………………………………………………..
15. Pertolongan Pertama Arsip-Arsip Yang …………………
Rusak Dan Perbaikan Kecil ……………………………..
BAB V Penyusutan Arsip ……………………………………………..
16. Dasar Hukum dan Dasar Pertimbangan …………………..
17. Beberapa Pengertian dalam Kearsipan ……………………
18. Jadwal Retensi Arsip ……………………………………..
19. Pemindahan Arsip …………………………………………
20. Pemusnahan Arsip …………………………………………
21. Penyerahan Arsip ………………………………………….
22. Ketentuan lain-lain …………………………………………
23. Ketentuan Peralihan ………………………………………..
DAFTAR PUSTAKA ………………………………………………………….


1. PENGERTIAN DAN PERANAN KEARSIPAN
1.1. Pengertian kearsipan
Oleh karena yang menjadi pokok pembahasan dalam buku ini adalah Tata Kearsipan, maka terlebih dahulu akan diberikan penjelasan tentang pengertian arsip. Arsip (record) yang dalam istilah bahasa Indonesia ada yang menyebutkan sebagai “warkat”, pada pokoknya dapat diberikan pengertian sebagai : setiap catatan tertulis baik dalam bentuk gambar ataupun bagan yang memuat keterangan-keterangan mengenai sesuatu subyek (pokok persoalan) ataupun peristiwa yang dibuat orang untuk membantu daya ingatan orang (itu) pula”.
Atas dasar pengertian diatas, maka yang termasuk dalam pengertian arsip itu misalnya : surat-surat, kwitansi, faktur, pembukuan, daftar gaji, daftar harga, kartu penduduk, bagan organisasi, foto-foto dan lain sebaginya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-Ketentuan
Pokok Kearsipan, pasal 1 ayat a dan ayat b, menetapkan bahwa yang dimaksud dengan arsip adalah :
a. Naskah-naskah yang dibuat dan diterima oleh Lembaga-Lembaga Negara dan Badan- Badan Pemerintahan dalam bentuk corak apapun, baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan.
b. Naskah-naskah yng dibuat dan diterima oleh Badan-Badan Swasta dan atau
perorangan, dalam bentuk corak apa pun, baik dalam keadaan tunggal maupun
berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kehidupan kebangsaan.
Selain dari pengertian di atas, arsip dapat diartikan pula sebagai suatu badan (agency) yang melakukan segala kegiatan pencatatan penanganan, penyimpanan dan pemeliharaan surat-surat/warkat-warkat yang mempunyai arti penting baik ke dalam maupun ke luar; baik yang menyangkut soal-soal pemerintahan maupun non-pemerintahan, dengan menerapkan kebijaksanaan dan sistem tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.
1.2. Peranan kearsipan
Kearsipan mempunyai peranan sebagai “pusat ingatan”, sebagai “sumber informasi” dan “sebagai alat pengawasan” yang sangat diperlukan dalam setiap organisasi dalam rangka kegiatan “perencanaan”. “penganalisaan”. “pengembangan, perumusan kebijaksanaan, pengambilan keputusan, pembuatan laporan, pertanggungjawaban, penilaian dan pengendalian setepat-tepatnya.
Arsip mempunyai peranan penting dalam proses penyajian informasi bagi pimpinan untuk membuat keputusan dan merumuskan kebijakan,oleh sebab itu untuk dapat menyajikan informasi yang lengkap, cepat dan benar haruslah ada sistem dan prosedur kerja yang baik di bidang kearsipan.
Pada pasal 3 Undang-Undang No. 7 Tahun 1971, antara lain dirumuskan bahwa
“tujuan” kearsipan adalah untuk menjamin keselamatan bahan pertanggungjawaban nasional tentang perencanaan, pelaksanaan dan penyelenggaraan kehidupan kebangsaan serta untuk menyediakan bahan pertanggungjawaban tersebut bagi kegiatan pemeritahan. Dari pengertian tersebut tampak bahwa arti pentingnya kearsipan ternyata mempunyai jangkauan yang amat luas, yaitu baik sebagai alat untuk membantu daya ingatan
manusia, maupun dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan dan pelaksanaan kehidupan kebangsaan.
Selain itu kearsipan juga merupakan salah satu bahan untuk penelitian ilmiah.


2. BEBERAPA ISTILAH DI DALAM KEARSIPAN
2.1. Arsip dinamis
Arsip dinamis adalah arsip yang masih diperlukan secara langsung dalam perencanaa, pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya atau arsip yang digunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi Negara. Arsip dinamis dilihat dari kegunaannya dibedakan atas :
a. Arsip aktif: adalah arsip yang secara langsung dan terus-menerus diperlukan dan digunakan dalam penyelenggaraan administrasi sehari-hari sera masih dikelola oleh Unit Pengolah.
b. Arsip Inaktif: adalah arsip yang tidak secara langsung dan tidak terus-menerus diperlukan dan digunakan dalam penyelenggaraan administrasi sehari-hari serta dikelola oleh Pusat Arsip.
2.2 Arsip Statis
Arsip statis adalah arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk perencanaan pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya, maupun untuk penyelenggaraan administrasi sehari-hari. Arsip statis ini berada di Arsip Nasional Republik Indonesia atau di Arsip Nasional Daerah.
2.3. File
File dapat disamakan dengan pengertian “berkas” atau “bendel” yang merupakan satu
kesatuan arsip tentang masalah tertentu dan disimpan berdasarkan pola klasifikasi.
2.4. Indeks
Indeks adalah sarana penemuan kembali surat dengan cara mengidentifikasi surat melalui penunjukan suatu tanda pengenal yang dapat membedakan surat tersebut dengan yang lainnya. Tanda pengenal surat ini harus dapat diklasifikasikan dan merupakan penunjuk langsung kepada berkasnya.
2.5. Kartu kendali
Kartu kendali adalah isian (kartu) untuk mencatat surat-surat yang masuk/keluar yang tergolong surat penting. Di samping berfungsi sebagai pencatat surat, kartu kendali dapat berfungsi pula sebagai alat penyampaian surat dan penemuan kembali arsip.
Kartu kendali terdiri atas 3 (tiga) rangkap dan 3 (tiga) warna : putih, biru, dan merah.
a. Kartu Kendali warna putih untuk “pengarah surat” sebagai alat kontrol.
b. Kartu Kendali warna biru untuk penata arsip sebagai arsip pengganti, selama surat tersebut masih berada pada file pengolah.
c. Kartu Kendali warna merah untuk Tata Usaha Pengolah.
d. Ukuran dari kartu kendali 10 x 15 cm.
2.6. Kartu tunjuk silang
Kartu tunjuk silang adalah kartu (formulir) yang digunakan untuk memberikan petunjuk pada satu dokumen yang mempunyai lebih dari satu masalah.
2.7. K o d e
Kode adalah tanda yang terdiri atas gabungan huruf dan angka untuk membedakan antara beberapa masalah yang terdapat dalam Pola Klasifikasi Arsip.
2.8. Lembar Disposisi
Lembar disposisi adalah lembaran untuk menuliskan disposisi suatu surat baik yang
diberikan oleh atasan ke bawahan maupun sebaliknya.
2.9. Lembar pengantar surat rutin
Lembar pengantar surat rutin adalah formulir yang dipergunakan untuk mencatat dan
menyampaikan surat-surat biasa (tidak penting) dari Unit Kearsipan ke Unit Pengolah.
2.10. Penerima surat
Penerima surat adalah Unit/Staf yang bertugas untuk melakukan penerimaan surat masuk baik dari Kurir maupun dari Pos.
2.11. Pencatat surat
Pencatat surat adalah Unit/Staf yang bertugas untuk melakukan pencatatan surat baik untuk surat masuk maupun surat keluar.
2.12. Pengarah surat
Pengarah surat adalah Unit/Staf yang bertugas untuk menentukan kepada pengolah mana surat yang bersangkutan harus disampaikan.
2.13. P e n g o l a h
Pengolah adalah Unit/Staf yang bertugas untuk melakukan penggarapan masalah isi surat.

Unit Pengolah terdiri atas :
a. Pimpinan pengolah
b. Tata usaha pengolah
c. Pelaksana pengolah
2.14. Penata arsip
Penata arsip adalah Staf yang bertugas menyimpan surat-surat (arsip) dan memelihara arsip.
2.15. Pola klasifikasi arsip
Pola klasifikasi arsip adalah pengelompokan arsip berdasarkan masalah-masalah secara sistematis dan logis, serta disusun berjenjang dengan tanda-tanda khusus yang berfungsi sebagai kode. Pola klasifikasi merupakan salah satu sarana atau pedoman untuk penataan arsip.
2.16. Surat penting
Surat penting adalah surat yang isinya mengikat dan memerlukan tindak lanjut atau merupakan kebijaksanaan Departemen, dan apabila terlambat penyampaiannya atau hilang akan mengganggu kelancaran pekerjaan.
2.17. Surat biasa
Surat biasa adalah surat yang isinya tidak mengikat dan biasanya tidak membutuhkan tindak lanjut serta hanya berupa informasi dan suatu kegiatan. Surat biasa dicatat dalam lembar pengantar surat rutin dan disampaikan ke Unit Pengolah.
2.18. Tata usaha pengolah
Tata Usaha Pengolah adalah Unit/Staf yang bertugas mengurus ketatausahaan pada Unit Pengolah.
2.19. Formulir peminjaman arsip
Formulir peminjaman arsip adalah formulir yang digunakan untuk meminjam arsip. Diisi rangkap 2 (dua), 1 (satu) disimpan untuk menggantikan arsip yang dipinjam dan 1 (satu) disimpan oleh petugas peminjaman arsip sebagai pengendalian peminjaman.
2.20. Formulir penyalinan arsip
Formulir penyalinan arsip adalah formulir permohonan penyalinan arsip yang diisi oleh unit atau staf yang memerlukan informasi suatu arsip yang disalin.
2.21. Indeks relatif
Indeks relative adalah daftar masalah yang terdapat dalam pola klasifikasi yang disusun secara abjad masalah dan kodenya. Indeks relative bertujuan untuk memudahkan menentukan kode surat yang akan disimpan menurut klasifikasi masalah yang terdapat dalam pola klasifikasi arsip, dan biasa digunakan juga dalam penemuan kembali arsip.
2.22. Jadwal retensi arsip
Jadwal retensi arsip adalah pedoman tentang jangka waktu penyimpanan arsip sesuai dengn nilai kegunaannya dan sebagai dasar penyelenggaraan penyusutan, pemusnahan dan penyerahan arsip ke Arsip Nasional.
2.23. Penyusutan arsip
Penyusutan arsip adalah proses kegiatan penyiangan arsip/berkas untuk memisahkan
arsip aktif dari arsip inaktif serta menyingkirkan arsip-arsip yang tidak berguna
berdasarkan jadwal retensi arsip.
2.24. Penyerahan arsip
Penyerahan arsip adalah pengalihan wewenang penyimpanan, pemeliharaan dan pengurusan arsip statis dari Lembaga-Lembaga Negara, Badan Pemerintahan, Badan Swasta dan Perorangan kepada Arsip Nasional Republik Indonesia atau Arsip Nasional Daerah.
2.25. Pemusnahan arsip
Pemusnahan arsip adalah proses kegiatan penghancuran arsip yang tidak diperlukan lagi
baik oleh instansi yang bersangkutan maupun oleh Arsip Nasional.


Untuk mendapatkan versi lengkap makalah MANAJEMEN KEARSIPAN ini, silahkan download makalah ini dalam bentuk pdf disini.

Cari makalah lainnya.

Makalah Mengenai Jenis-Jenis Badan Usaha

Mengenal Jenis-Jenis Badan Usaha
Secara garis besar, badan usaha dapat dikategorikan sebagai berikut :
Perseroan Usaha Dagang Persekutuan Tidak berbadan hukum
   i. Persekutuan Perdata (Maatschap)
ii. Firma
iii. Venootschaap)
   i. Perseroan Terbatas
ii. Koperasi
iii. Yayasan Bentuk Usaha Perdagangan Asing (Representative Office) BENTUK-BENTUK BADAN USAHA
– Usaha Dagang
1. Usaha yang didirikan oleh Perseorangan
2. Tanggung jawab pribadi.
3. Biasanya mempunyai modal kecil atau menengah
4. Tidak perlu dibuatkan Akta Pendirian
5. Tidak ada peraturan untuk pendirian Usaha Dagang, hanya memerlukan izin permohonan usaha dari Dinas Perdagangan setempat.

Persekutuan Perdata
1. Diatur dalam Psal 1618 KUHPerdata
2. Persetujuan dua orang atau lebih untuk memasukkan sesuatu (modal/harta) dengan tujuan membagi keuntungan.
3. Dapat dibuat secara lisan atau tertulis.
4. Tanggung jawab sekutu sampai ke harta pribadi masing-masing.
5. Tanggung jawab adalah pro-rata (tergantung
perjanjian).

Firma
1. Diatur dalam pasal 15-35 KUHD
2. Persekutuan perdata yang menjalankan usaha dengan
nama bersama
3. Tanggung jawab sekutu sampai ke harta pribadi masing-masing.
4. Tanggung jawab adalah tanggung renteng (masing-masing untuk keseluruhan).
5. Didirikan dengan membuat Akta Otentik (dibuat oleh para pihak)
6. Pendaftaran ke Pengadilan Negeri setempat.

CV (Commanditaire Venotschaap)
1. Diatur dalam pasal 21 KUHD
2. Firma dengan sekutu aktif dan sekutu pasif
3. Sekutu aktif bertanggung jawab secara keseluruhan sampai ke harta pribadi ( Operasional CV)
4. Sekutu pasif bertanggung jawab hanya pada modal yang dimasukkan.

BUMN
BUMN atau Badan Usaha Milik Negara ialah badan usaha yang permodalannya seluruhnya atau sebagian dimiliki oleh Pemerintah. Status pegawai badan usaha-badan usaha tersebut adalah Pegawai Negeri. BUMN sendiri sekarang ada 3 macam yaitu Perjan, Perum dan Pesero.
a. Perjan 
    Perjan adalah bentuk badan usaha milik Negara yang seluruh
modalnya dimiliki oleh pemerintah. Perjan ini berorientasi pelayanan pada masyarakat, sehingga selalu merugi. Sekarang sudah tidak ada perusahaan BUMN yang menggunakan model Perjan karena besarnya biaya untuk
memelihara Perjan-perjan tersebut. Contoh Perjan : KAI (kini menjadi PT).
b. Perum  
Perum adalah Perjan yang sudah dirubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi pelayanan tetapi sudah profit oriented. Sama seperti Perjan, Perum dikelola oleh Negara dengan status pegawainya sebagai Pegawai Negeri. Namun perusahaan masih merugi meskipun status Perjan diubah menjadi Perum, sehingga pemerintah terpaksa menjual sebagian saham Perum tersebut kepada public (go public) dan statusnya diubah menjadi Persero.
c. PT (Perseroan Terbatas)
Perusahaan perseroan, adalah perusahaan yang semua modalnya berbentuk saham, yang jenis peredarannya tergantung jenis saham tersebut. Perusahaan perseroan dikelola secara professional.
Biasanya, perusahaan-perusahaan ini mencantumkan namanya kedalam bursa efek untuk diperjual belikan. Sedangkan Persero adalah salah satu badan usaha yang dikelola oleh Negara atau daerah. Berbeda dengan Perum atau Perjan, tujuan didirikannya Persero yang pertama adalah mencari keuntungan dan yang kedua memberi pelayanan kepada umum. Modal pendiriannya berasal sebagian atau seluruhnya dari kekayaan Negara yang dipisahkan berupa saham-saham. Persero dipimpin oleh Direksi, sedangkan pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta. Badan usahanya ditulis PT (nama perusahaan) (PERSERO). Perusahaan ini tidak memperoleh fasilitas Negara. Contoh perusahaan yang mempunyai badan usaha Persero antara lain :
– PT Garuda Indonesia Airways (PERSERO)
– PT Angkasa Pura (PERSERO)
– PT Pertamina (PERSERO)
– PT Tambang Bukit Asam (PERSERO)
– PT Aneka Tambang (PERSERO)
– PT PELNI (PERSERO)
– PT Perusahaan Listrik Negara (PERSERO)
– PT Pos Indonesia (PERSERO)
– PT Kereta Api Indonesia (PERSERO)
– PT Telkom (PERSERO)

Berikut ciri-ciri Perseroan Terbatas (PT) :
Diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas Nomor 40 Tahun 2007Didirikan oleh minimal 2 orang/pribadi hukum.Mempunyai minimal modal dasar (sekarang minimal modal dasar Rp. 50.000.000,-) Minimal modal yang harus disetor ke Bank 25 % dari minimal modal dasar.Tanggung jawab terbatas dari para pemegang saham.Didirikan dengan Akta Notaris dan berlaku sejak disahkan oleh Menteri Kehakiman (sekarang Menteri Hukum dan HAM).Bertindak secara pribadi hukum Memiliki harta kekayaan sendiri.– BUMS 
BUMS atau Badan Usaha Milik Swasta adalah badan usaha yang dimiliki oleh swasta. Badan usaha ini sepenuhnya dikelola dan permodalannya dari pihak swasta. Berikut dijelaskan beberapa jenis BUMS yang ada di Indonesia.
Perusahaan Perorangan 
Perusahaan perorangan adalah perusahaan yang dijalankan dan dimodali oleh satu orang saja sebagai pemilik dan penanggung jawab. Utang perusahaan berarti utang pemiliknya. Dengan demikian, seluruh harta kekayaan si pemilik jadi jaminan perusahaan. Badan usaha seperti ini tidak perlu berbadan hukum, walaupun jika ingin, boleh dilakukan.
Keuntungan perusahaan perorangan : 
– Keuntungan menjadi milik sendiri.
– Mudah mendirikannya.
– Tidak perlu berbadan hukum.
– Rahasia perusahaan terjamin.
– Biaya organisasi rendah, karena organisasi tergolong sederhana.
– Aktifitasnya relative sederhana.
– Manajemennya fleksibel.
Sedangkan kekurangan perusahaan perseorangan :
– Modal tidak terlalu besar
– Aset pribadi sulit dibedakan dengan asset perusahaan.
– Perusahaan sulit berkembang karena kurangnya ide-ide.
– Pengelolaan tergantung kemampuan si pemilik
– Kelangsungan perusahaan kurang terjamin
– Tanggung jawab pemilik tidak terbatas.
Perusahaan persekutuan adalah perusahaan yang memiliki 2 pemodal atau lebih. Para pemodal ini terdiri dari sekutu aktif dan sekutu pasif. Sekutu aktif adalah sekutu yang bertanggung jawab memberikan modal (uang) dan tenaganya untuk kelangsungan perusahaan. Sedangkan sektutu pasif hanya menyetorkan modalnya saja. Pembagian keuntungan dari sekutu pasif dan aktif berbeda sesuai kesepakatan. Perusahaan persekutuan sendiri ada dua macam, yaitu CV dan Firma. CV ada sekutu aktif dan pasif, sedangkan Firma hanya terdiri dari sekutu aktif. Pada perusahaan berbentuk Firma, para sekutu harus menyerahkan kekayaannya sesuai yang tertera di Akta Pendirian. Maka konsekuensi yang dialami tidak berbeda dari perusahaan perorangan. Apabila Firma didirikan secara resmi, maka harus didaftarkan ke Berita Negara Republik Indonesia (BNRI). Sedangkan dalam perusahaan berbentuk CV/Persekutuan komanditer, pendirian perusahaan harus menggunakan akta dan harus didaftarkan. Lebih kurang ciri-ciri CV dan Firma hampir sama, CV juga tidak memiliki kekayaan sendiri/bukan merupakan badan hukum.
Kelebihan Perusahaan Persekutuan :
– Permodalannya lebih besar dari perusahaan perorangan.
– Kelangsungan hidup perusahaan lebih lama.
– Pengelolaan lebih mudah dan professional karena banyak pengelolanya
– Ide-ide inovasi lebih lancar mengalir
Kekurangan Perusahaan Persekutuan :
– Kerahasiaan perusahaan tidak terjamin
– Mudah terjadi konflik antar pemilik modal.
– Adanya pemilik modal yang tidak bertanggung jawab.

– KOPERASI 
Koperasi adalah badan usaha yang berlandaskan asas-asas kekeluargaan : Diatur dalam Undang-Undang tentang Koperasi No.25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian. Dibentuk oleh orang perorang (Koperasi Primer) atau Koperasi-koperasi (Koperasi sekunder). Dibentuk dengan membuat Akta Pendirian yang memuat Anggaran Dasar. Berbadan hukum setelah disahkan pemerintah.
Perangkat organisasiRapat Anggota, Pengurus (Direktur) dan Pengawas (Komisaris).
Modal dari para anggota. Tanggung jawab dipikul oleh para anggota.Rapat Anggota memberikan kuasa pengurusan kepada para pengurus.

– YAYASAN 
Yayasan adalah suatu badan usaha, tetapi bukan merupakan perusahaan karena tidak mencari keuntungan. Badan usaha ini didirikan untuk social dan berbadan hukum. Diatur dalam Undang-Undang tentang Yayasan No.16 Tahun 2001, No.28 Tahun 2004.Tidak bertujuan untuk mengambil profit/non komersil.

– KANTOR PERWAKILAN
Diatur dalam Permendag No.10/M-DAG/PER/3/2006 tentang Ketentuan dan Tata cara Penerbitan Surat Izin Usaha Perwakilan Perusahaan Perdagangan Asing. Merupakan izin usaha perorangan yang diberikan kepada pimpinan kantor perwakilan.Tidak memerlukan Akta Pendirian.Tanggung jawab pribadi dari pimpinan kantor perwakilan.Kegiatan usaha terbatas, hanya didirikan untuk penjualan/pemasaran produk atau pembelian produk untuk diekspor.


Disadur dari : Panduan Praktis Mengurus Izin Usaha, Kian Gunawan, S.H.

Makalah Kriptografi-ALGORITMA ELGAMAL UNTUK KEAMANAN APLIKASI EMAIL

Makalah Kriptografi



Abstrak
Aplikasi email saat ini sudah banyak digunakan di seluruh belahan dunia. Banyak hal yang dapat
diselesaikan hanya dengan mengirimkan sebuah email, seperti undangan suatu acara. Aplikasi ini menjadi
banyak digemari oleh seluruh kalangan karena tidak memerlukan biaya yang mahal dan memiliki
efektifitas serta efisiensi yang tinggi.

Dengan pesatnya laju perkembangan email di dunia, maka dibutuhkan suatu mekanisme yang dapat
menjamin keamanan email yang dikirim. Saat ini, pesan yang dikirimkan melalui email tidak hanya pesan
biasa, tetapi juga pesan yang bersifat penting dan rahasia. Karena proses pengiriman email akan
meninggalkan salinan pada kedua belah pihak, maka kemungkinan terjadinya serangan terhadap email
tersebut akan semakin besar. Oleh karena itu, mekanisme keamanan pada email menjadi suatu hal yang
mandatory.
Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengamankan pesan yang dikirim melalui email adalah
enkripsi dengan algoritma ElGamal. Algoritma ElGamal termasuk ke dalam kriptografi kunci publik.
Kekuatan algoritma ElGamal terletak pada discrete logarithm problem dan cara kerjanya yang nirsimetri.
Penerapan algoritma ElGamal pada aplikasi email diharapkan dapat meningkatkan keamanan pada pesan
yang dikirimkan sehingga para pengguna aplikasi email tersebut tidak perlu khawatir akan terjadinya
serangan (attack).


1. Pendahuluan
Dewasa ini, teknologi di dunia terus berubah dan berkembang. Aplikasi internet merupakan aplikasi yang sangat umum digunakan saat ini. Namun, semua perkembangan teknologi tersebut ternyata membawa beberapa masalah. Masalah terbesar dari aplikasi internet adalah keamanan. Banyak algoritma dan metode baru yang dikembangkan untuk membuat aplikasi ini lebih aman. Para pengembang perangkat lunak tentunya harus mencoba metode baru tersebut terlebih dahulu. Jika metode baru tersebut berjalan sesuai dengan harapan, barulah para pengembang perangkat lunak dapat menerapkan metode ini pada aplikasinya. Aplikasi e-mail, yang saat ini banyak digunakan di seluruh dunia, mulai digunakan pertama kali di Departemen Pertahanan Amerika pada tahun 1970. Banyak proses yang dapat dilakukan hanya dengan mengirimkan e-mail, seperti hubungan antar perusahaan. Selain itu, biaya, kecepatan dan efektivitas merupakan fitur penting lainnya dari sebuah e-mail. Untuk melindungi aplikasi e-mail dari segala jenis serangan, metode yang dapat digunakan adalah menggunakan algoritma enkripsi yang kuat. Algoritma enkripsi tersebut dapat diderivasi atau diturunkan dari algoritma-algoritma enkripsi yang lama. Dengan adanya sebuah algoritma enkripsi yang kuat, permasalahan keamanan pada aplikasi e-mail dapat teratasi. Dalam kriptografi, terdapat banyak sekali algoritma-algoritma yang dapat digunakan untuk melakukan enkripsi pada sebuah pesan. Pada makalah ini, algoritma enkripsi ElGamal akan dipilih untuk melakukan enkripsi pada suatu data, sedangkan sebuah fungsi SHA (Secure Hashing Algorithm) yang unik akan digunakan untuk melakukan autentikasi identitas. Enkripsi merupakan sebuah proses transformasi yang akan mengubah pesan menjadi suatu bentuk yang tidak dapat dimengerti dengan menggunakan sebuah fungsi nonlinear. Bentuk pesan yang belum dienkripsi disebut sebagai “plaintext” dan bentuk pesan yang telah dienkripsi disebut sebagai “ciphertext“. Proses pengubahan ciphertext  menjadi plaintext kembali dengan menggunakan fungsi balikan (inverse) dari fungsi pengenkripsi disebut dekripsi. Model matematis untuk proses enkripsi adalah ….. dst. Silahkan download makalah kriptografi ALGORITMA ELGAMAL UNTUK KEAMANAN APLIKASI E-MAIL dalam bentuk pdf di sini untuk mendapatkan versi lengkapnya.

Makalah tentang Remaja dan Permasalahannya

Masa remaja merupakan masa dimana seorang individu mengalami peralihan dari satu tahap ke tahap berikutnya dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, pola perilaku, dan juga penuh dengan masalah-masalah (Hurlock, 1998). Oleh karenanya, remaja sangat rentan sekali mengalami masalah psikososial, yakni masalah psikis atau kejiwaan yang timbul sebagai akibat terjadinya perubahan sosial (TP-KJM, 2002).Masa remaja merupakan sebuah periode dalam kehidupan manusia yang batasannya usia maupun peranannya seringkali tidak terlalu jelas. Pubertas yang dahulu dianggap sebagai tanda awal keremajaan ternyata tidak lagi valid sebagai patokan atau batasan untuk pengkategorian remaja sebab usia pubertas yang dahulu terjadi pada akhir usia belasan (15-18) kini terjadi pada awal belasan bahkan sebelum usia 11 tahun. Seorang anak berusia 10 tahun mungkin saja sudah (atau sedang) mengalami pubertas namun tidak berarti ia sudah bisa dikatakan sebagai remaja dan sudah siap menghadapi dunia orang dewasa. Ia belum siap menghadapi dunia nyata orang dewasa, meski di saat yang sama ia juga bukan anak-anak lagi. Berbeda dengan balita yang perkembangannya dengan jelas dapat diukur, remaja hampir tidak memiliki pola perkembangan yang pasti. Dalam perkembangannya seringkali mereka menjadi bingung karena kadang-kadang diperlakukan sebagai anak-anak tetapi di lain waktu mereka dituntut untuk bersikap mandiri dan dewasa.Memang banyak perubahan pada diri seseorang sebagai tanda keremajaan, namun seringkali perubahan itu hanya merupakan suatu tanda-tanda fisik dan bukan sebagai pengesahan akan keremajaan seseorang. Namun satu hal yang pasti, konflik yang dihadapi oleh remaja semakin kompleks seiring dengan perubahan pada berbagai dimensi kehidupan dalam diri mereka. Untuk dapat memahami remaja, maka perlu dilihat berdasarkan perubahan pada dimensi-dimensi tersebut.Pada saat seorang anak memasuki masa pubertas yang ditandai dengan menstruasi pertama pada remaja putri atau pun perubahan suara pada remaja putra, secara biologis dia mengalami perubahan yang sangat besar. Pubertas menjadikan seorang anak tiba-tiba memiliki kemampuan untuk ber-reproduksi. Pada masa pubertas, hormon seseorang menjadi aktif dalam memproduksi dua jenis hormon (gonadotrophins atau gonadotrophic hormones) yang berhubungan dengan pertumbuhan, yaitu:
Follicle-Stimulating Hormone (FSH); danLuteinizing Hormone (LH). Pada anak perempuan,kedua hormon tersebut merangsang pertumbuhan estrogen dan progesterone: dua jenis hormon kewanitaan. Pada anak lelaki, Luteinizing Hormone yang juga dinamakan Interstitial-Cell Stimulating Hormone (ICSH) merangsang pertumbuhan testosterone. Pertumbuhan secara cepat dari hormon-hormon tersebut di atas merubah sistem biologis seorang anak. Anak perempuan akan mendapat menstruasi, sebagai pertanda bahwa sistem reproduksinya sudah aktif. Selain itu terjadi juga perubahan fisik seperti payudara mulai berkembang, dll. Anak lelaki mulai memperlihatkan perubahan dalam suara, otot, dan fisik lainnya yang berhubungan dengan tumbuhnya hormon testosterone. Bentuk fisik mereka akan berubah secara cepat sejak awal pubertas dan akan membawa mereka pada dunia remaja.Perkembangan kognitif remaja, dalam pandangan Jean Piaget (seorang ahli perkembangan kognitif) merupakan periode terakhir dan tertinggi dalam tahap pertumbuhan operasi formal (period of formal operations).Pada periode ini, idealnya para remaja sudah memiliki pola pikir sendiri dalam usaha memecahkan masalah-masalah yang kompleks dan abstrak. Kemampuan berpikir para remaja berkembang sedemikian rupa sehingga mereka dengan mudah dapat membayangkan banyak alternatif pemecahan masalah beserta kemungkinan akibat atau hasilnya. Kapasitas berpikir secara logis dan abstrak mereka berkembang sehingga mereka mampu berpikir multi-dimensi seperti ilmuwan. Para remaja tidak lagi menerima informasi apa adanya, tetapi mereka akan memproses informasi itu serta mengadaptasikannya dengan pemikiran mereka sendiri. Mereka juga mampu mengintegrasikan pengalaman masa lalu dan sekarang untuk ditransformasikan menjadi konklusi, prediksi, dan rencana untuk masa depan. Dengan kemampuan operasional formal ini, para remaja mampu mengadaptasikan diri dengan lingkungan sekitar mereka.Pada kenyataan, di negara-negara berkembang (termasuk Indonesia) masih sangat banyak remaja (bahkan orang dewasa) yang belum mampu sepenuhnya mencapai tahap perkembangan kognitif operasional formal ini. Sebagian masih tertinggal pada tahap perkembangan sebelumnya, yaitu operasional konkrit, dimana pola pikir yang digunakan masih sangat sederhana dan belum mampu melihat masalah dari berbagai dimensi. Hal ini bisa saja diakibatkan sistem pendidikan di Indonesia yang tidak banyak menggunakan metode belajar- mengajar satu arah (ceramah) dan kurangnya perhatian pada pengembangan cara berpikir anak. penyebab lainnya bisa juga diakibatkan oleh pola asuh orangtua yang cenderung masih memperlakukan remaja sebagai anak-anak, sehingga anak tidak memiliki keleluasan dalam memenuhi tugas perkembangan sesuai dengan usia dan mentalnya. Semestinya, seorang remaja sudah harus mampu mencapai tahap pemikiran abstrak supaya saat mereka lulus sekolah menengah, sudah terbiasa berpikir kritis dan mampu untuk menganalisis masalah dan mencari solusi terbaik.Masa remaja adalah periode dimana seseorang mulai bertanya-tanya mengenai berbagai fenomena yang terjadi di lingkungan sekitarnya sebagai dasar bagi pembentukan nilai diri mereka. Elliot Turiel (1978) menyatakan bahwa para remaja mulai membuat penilaian tersendiri dalam menghadapi masalah- masalah populer yang berkenaan dengan lingkungan mereka, misalnya: politik, kemanusiaan, perang, keadaan sosial, dsb. Remaja tidak lagi menerima hasil pemikiran yang kaku, sederhana, dan absolut yang diberikan pada mereka selama ini tanpa bantahan. Remaja mulai mempertanyakan keabsahan pemikiran yang ada dan mempertimbangan lebih banyak alternatif lainnya. Secara kritis, remaja akan lebih banyak melakukan pengamatan keluar dan membandingkannya dengan hal-hal yang selama ini diajarkan dan ditanamkan kepadanya. Sebagian besar para remaja mulai melihat adanya “kenyataan” lain di luar dari yang selama ini diketahui dan dipercayainya. Ia akan melihat bahwa ada banyak aspek dalam melihat hidup dan beragam jenis pemikiran yang lain. Baginya dunia menjadi lebih luas dan seringkali membingungkan, terutama jika ia terbiasa dididik dalam suatu lingkungan tertentu saja selama masa kanak-kanak.Kemampuan berpikir dalam dimensi moral (moral reasoning) pada remaja berkembang karena mereka mulai melihat adanya kejanggalan dan ketidakseimbangan antara yang mereka percayai dahulu dengan kenyataan yang ada di sekitarnya. Mereka lalu merasa perlu mempertanyakan dan merekonstruksi pola pikir dengan “kenyataan” yang baru. Perubahan inilah yang seringkali mendasari sikap “pemberontakan” remaja terhadap peraturan atau otoritas yang selama ini diterima bulat-bulat. Misalnya, jika sejak kecil pada seorang anak diterapkan sebuah nilai moral yang mengatakan bahwa korupsi itu tidak baik.Pada masa remaja ia akan mempertanyakan mengapa dunia sekelilingnya membiarkan korupsi itu tumbuh subur bahkan sangat mungkin korupsi itu dinilai baik dalam suatu kondisi tertentu. Hal ini tentu saja akan menimbulkan konflik nilai bagi sang remaja. Konflik nilai dalam diri remaja ini lambat laun akan menjadi sebuah masalah besar, jika remaja tidak menemukan jalan keluarnya. Kemungkinan remaja untuk tidak lagi mempercayai nilai-nilai yang ditanamkan oleh orangtua atau pendidik sejak masa kanak-kanak akan sangat besar jika orangtua atau pendidik tidak mampu memberikan penjelasan yang logis, apalagi jika lingkungan sekitarnya tidak mendukung penerapan nilai-nilai tersebut.Peranan orangtua atau pendidik amatlah besar dalam memberikan alternatif jawaban dari hal-hal yang dipertanyakan oleh putra-putri remajanya. Orangtua yang bijak akan memberikan lebih dari satu jawaban dan alternatif supaya remaja itu bisa berpikir lebih jauh dan memilih yang terbaik. Orangtua yang tidak mampu memberikan penjelasan dengan bijak dan bersikap kaku akan membuat sang remaja tambah bingung. Remaja tersebut akan mencari jawaban di luar lingkaran orangtua dan nilai yang dianutnya. Ini bisa menjadi berbahaya jika “lingkungan baru” memberi jawaban yang tidak diinginkan atau bertentangan dengan yang diberikan oleh orangtua. Konflik dengan orangtua mungkin akan mulai menajam.
Masa remaja merupakan masa yang penuh gejolak. Pada masa ini mood (suasana hati) bisa berubah dengan sangat cepat. Hasil penelitian di Chicago oleh Mihalyi Csikszentmihalyi dan Reed Larson (1984) menemukan bahwa remaja rata-rata memerlukan hanya 45 menit untuk berubah dari mood “senang luar biasa” ke “sedih luar biasa”, sementara orang dewasa memerlukan beberapa jam untuk hal yang sama. Perubahan mood (swing) yang drastis pada para remaja ini seringkali dikarenakan beban pekerjaan rumah, pekerjaan sekolah, atau kegiatan sehari-hari di rumah. Meski mood remaja yang mudah berubah-ubah dengan cepat, hal tersebut belum tentu merupakan gejala atau masalah psikologis.Dalam hal kesadaran diri, pada masa remaja para remaja mengalami perubahan yang dramatis dalam kesadaran diri mereka (self-awareness). Mereka sangat rentan terhadap pendapat orang lain karena mereka menganggap bahwa orang lain sangat mengagumi atau selalu mengkritik mereka seperti mereka mengagumi atau mengkritik diri mereka sendiri. Anggapan itu membuat remaja sangat memperhatikan diri mereka dan citra yang direfleksikan (self-image). Remaja cenderung untuk menganggap diri mereka sangat unik dan bahkan percaya keunikan mereka akan berakhir dengan kesuksesan dan ketenaran. Remaja putri akan bersolek berjam-jam di hadapan cermin karena ia percaya orang akan melirik dan tertarik pada kecantikannya, sedang remaja putra akan membayangkan dirinya dikagumi lawan jenisnya jika ia terlihat unik dan “hebat”.Pada usia 16 tahun ke atas, keeksentrikan remaja akan berkurang dengan sendirinya jika ia sering dihadapkan dengan dunia nyata. Pada saat itu, Remaja akan mulai sadar bahwa orang lain tenyata memiliki dunia tersendiri dan tidak selalu sama dengan yang dihadapi atau pun dipikirkannya. Anggapan remaja bahwa mereka selalu diperhatikan oleh orang lain kemudian menjadi tidak berdasar. Pada saat inilah, remaja mulai dihadapkan dengan realita dan tantangan untuk menyesuaikan impian dan angan-angan mereka dengan kenyataan.Para remaja juga sering menganggap diri mereka serba mampu, sehingga seringkali mereka terlihat “tidak memikirkan akibat” dari perbuatan mereka. Tindakan impulsif sering dilakukan; sebagian karena mereka tidak sadar dan belum biasa memperhitungkan akibat jangka pendek atau jangka panjang. Remaja yang diberi kesempatan untuk mempertangung-jawabkan perbuatan mereka, akan tumbuh menjadi orang dewasa yang lebih berhati-hati, lebih percaya-diri, dan mampu bertanggung-jawab. Rasa percaya diri dan rasa tanggung-jawab inilah yang sangat dibutuhkan sebagai dasar pembentukan jati-diri positif pada remaja. Kelak, ia akan tumbuh dengan penilaian positif pada diri sendiri dan rasa hormat pada orang lain dan lingkungan. Bimbingan orang yang lebih tua sangat dibutuhkan oleh remaja sebagai acuan bagaimana menghadapi masalah itu sebagai “seseorang yang baru”; berbagai nasihat dan berbagai cara akan dicari untuk dicobanya. Remaja akan membayangkan apa yang akan dilakukan oleh para “idola”nya untuk menyelesaikan masalah seperti itu.Pemilihan idola ini juga akan menjadi sangat penting bagi remaja. Dari beberapa dimensi perubahan yang terjadi pada remaja seperti yang telah dijelaskan diatas maka terdapat kemungkinan – kemungkinan perilaku yang bisa terjadi pada masa ini. Diantaranya adalah perilaku yang mengundang resiko dan berdampak negative pada remaja. Perilaku yang mengundang resiko pada masa remaja misalnya seperti penggunaan alcohol, tembakau dan zat lainnya; aktivitas social yang berganti – ganti pasangan dan perilaku menentang bahaya seperti balapan, selancar udara, dan layang gantung (Kaplan dan Sadock, 1997).Alasan perilaku yang mengundang resiko adalah bermacam – macam dan berhubungan dengan dinamika fobia balik ( conterphobic dynamic ), rasa takut dianggap tidak cakap, perlu untuk menegaskan identitas maskulin dan dinamika kelompok seperti tekanan teman sebaya.Di masa modern ini, merokok merupakan suatu pemandangan yang sangattidak asing. Kebiasaan merokok dianggap dapat memberikan kenikmatan bagi siperokok, namun dilain pihak dapat menimbulkan dampak buruk bagi si perokoksendiri maupun orang – orang disekitarnya. Berbagai kandungan zat yang terdapatdi dalam rokok memberikan dampak negatif bagi tubuh penghisapnya.Beberapa motivasi yang melatarbelakangi seseorang merokok adalah untukmendapat pengakuan (anticipatory beliefs), untuk menghilangkan kekecewaan (reliefing beliefs), dan menganggap perbuatannya tersebut tidak melanggar norma( permissive beliefs/ fasilitative) (Joewana, 2004). Hal ini sejalan dengan kegiatanmerokok yang dilakukan oleh remaja yang biasanya dilakukan didepan orang lain,terutama dilakukan di depan kelompoknya karena mereka sangat tertarik kepadakelompok sebayanyaatau dengan kata lain terikat dengan kelompoknya.Salah satu temuan tentang remaja perokok adalah bahwa anak-anak muda yang berasal dari rumah tangga yang tidak bahagia, dimana orang tua tidak begitun memperhatikan anak-anaknya dan memberikan hukuman fisik yang keras lebih mudah untuk menjadi perokok dibanding anak-anak muda yang berasal dari lingkungan rumah tangga yang bahagia (Baer & Corado dalam Atkinson, Pengantar psikologi, 1999:294).Berbagai fakta mengungkapkan bahwa semakin banyak remaja merokok maka semakin besar kemungkinan teman-temannya adalah perokok juga dan demikian sebaliknya. Dari fakta tersebut ada dua kemungkinan yang terjadi, pertama remaja tadi terpengaruh oleh teman-temannya atau bahkan teman-teman remaja tersebut dipengaruhi oleh diri remaja tersebut yang akhirnya mereka semua menjadi perokok. Diantara remaja perokok terdapat 87% mempunyai sekurang-kurangnya satu atau lebih sahabat yang perokok begitu pula dengan remaja non perokok (Al Bachri, 1991)Orang mencoba untuk merokok karena alasan ingin tahu atau ingin melepaskan diri dari rasa sakit fisik atau jiwa, membebaskan diri dari kebosanan. Namun sifat kepribadian yang bersifat prediktif pada pengguna obat-obatan (termasuk rokok) ialah konformitas sosial. Orang yang memiliki skor tinggi pada berbagai tes konformitas sosial lebih mudah menjadi pengguna dibandingkan dengan mereka yang memiliki skor yang rendah (Atkinson,1999).Melihat iklan di media massa dan elektronik yang menampilkan gambaran bahwa perokok adalah lambang kejantanan atau glamour, membuat remaja seringkali terpicu untuk mengikuti perilaku seperti yang ada dalam iklan tersebut. (Mari Juniarti, Buletin RSKO, tahun IX,1991).
Kita telah ketahui bahwa kebebasan bergaul remaja sangatlah diperlukan agar mereka tidak “kuper” dan “jomblo” yang biasanya jadi anak mama. “Banyak teman maka banyak pengetahuan”. Namun tidak semua teman kita sejalan dengan apa yang kita inginkan. Mungkin mereka suka hura-hura, suka dengan yang berbau pornografi, dan tentu saja ada yang bersikap terpuji. benar agar kita tidak terjerumus ke pergaulan bebas yang menyesatkan.Masa remaja merupakan suatu masa yang menjadi bagian dari kehidupan manusia yang di dalamnya penuh dengan dinamika. Dinamika kehidupan remaja ini akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan diri remaja itu sendiri. Masa remaja dapat dicirikan dengan banyaknya rasa ingin tahu pada diri seseorang dalam berbagai hal, tidak terkecuali bidang seks. Seiring dengan bertambahnya usia seseorang, organ reproduksipun mengalami perkembangan dan pada akhirnya akan mengalami kematangan. Kematangan organ reproduksi dan perkembangan psikologis remaja yang mulai menyukai lawan jenisnya serta arus media informasi baik elektronik maupun non elektronik akan sangat berpengaruh terhadap perilaku seksual individu remaja tersebut.Salah satu masalah yang sering timbul pada remaja terkait dengan masa awal kematangan organ reproduksi pada remaja adalah masalah kehamilan yang terjadi pada remaja diluar pernikahan. Apalagi apabila Kehamilan tersebut terjadi pada usia sekolah. Siswi yang mengalami kehamilan biasanya mendapatkan respon dari dua pihak. Pertama yaitu dari pihak sekolah, biasanya jika terjadi kehamilan pada siswi, maka yang sampai saat ini terjadi adalah sekolah meresponya dengan sangat buruk dan berujung dengan dikeluarkannya siswi tersebut dari sekolah. Kedua yaitu dari lingkungan di mana siswi tersebut tinggal, lingkungan akan cenderung mencemooh dan mengucilkan siswi tersebut. Hal tersebut terjadi jika karena masih kuatnya nilai norma kehidupan masyarakat kita.
Karena masalah kehamilan remaja tidak hanya membebani remaja sebagai individu dan bayi mereka namun juga mempengaruhi secara luas pada seluruh strata di masyarakat dan juga membebani sumber-sumber kesejahteraan. Namun, alasan-alasannya tidak sepenuhnya dimengerti. Beberapa sebab kehamilan termasuk rendahnya pengetahuan tentang keluarga berencana, perbedaan budaya yang menempatkan harga diri remaja di lingkungannya, perasaan remaja akanketidakamanan atau impulsifisitas, ketergantungan kebutuhan, dan keinginan yang sangat untuk mendapatkan kebebasan.Selain masalah kehamilan pada remaja masalah yang juga sangat menggelisahkan berbagai kalangan dan juga banyak terjadi pada masa remaja adalah banyaknya remaja yang mengidap HIV/AIDSDilihat dari jumlah pengidap dan peningkatan jumlahnya dari waktu ke waktu, maka dewasa ini HIV (Human Immunodeficiency Virus) dan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) sudah dapat dianggap sebagai ancaman hidup bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan laporan Departemen Kesehatan sampai Juni 2003 jumlah pengidap HIV/AIDS atau ODHA (Orang Yang Hidup Dengan HIV/AIDS) di Indonesia adalah 3.647 orang terdiri dari pengidap HIV2.559 dan penderita AIDS 1.088 orang. Dari jumlah tersebut, kelompok usia 15 -19 berjumlah 151 orang (4,14%); 19-24 berjumlah 930 orang (25,50%). Ini berartibahwa jumlah terbanyak penderita HIV/AIDS adalah remaja dan orang muda.Dari data tersebut, dilaporkan yang sudah meninggal karena AIDS secara umumadalah 394 orang (Subdit PMS & AIDS, Ditjen PPM & PL, Depkes R.I.).Diperkirakan setiap hari ada 8.219 orang di dunia yang meninggal karena AIDS,sedangkan di kawasan Asia Pacific mencapai angka1.192orang.Data dan fakta tersebut belum mencerminkan keadaan yang sebenarnya,melainkan hanya merupakan “puncak gunung es”, artinya, yang kelihatan ataudilaporkan hanya sedikit, sementara yang tidak kelihatan atau tidak dilaporkanjumlahnya berkali-kali lipat. Para ahli memperkirakan bahwa jumlah sebenarnyaPenularan virus HIV ternyata menyebar sangat cepat di kalangan remajadan kaum muda. Penularan HIV di Indonesia terutama terjadi melalui hubunganseksual yang tidak aman, yaitu sebanyak 2.112(58%) kasus. Dari beberapapenelitian terungkap bahwa semakin lama semakin banyak remaja di bawah usia18 tahun yang sudah melakukan hubungan seks. Cara penularan lainnya adalahmelalui jarum suntik (pemakaian jarum suntik secara bergantian pada pemakainarkoba, yaitu sebesar 815 (22,3%) kasus dan melalui transfusi darah 4 (0,10%)kasus). FKUl-RSCM melaporkan bahwa lebih dari 75% kasus infeksi HIV dikalangan remaja terjadi di kalangan pengguna narkotika. Jumlah ini merupakankenaikan menyolok dibanding beberapa tahun yang lalu.Beberapa penyebab rentannya remaja terhadap HIV/AIDS adalah1. Kurangnya informasi yang benar mengenai perilaku seks yang aman dan upayapencegahan yang bisa dilakukan oleh remaja dan kaum muda. Kurangnyainformasi ini disebabkan adanya nilai-nilai agama, budaya, moralitas dan lain-lain, sehingga remaja seringkali tidak memperoleh informasi maupunpelayanan kesehatan reproduksi yang sesungguhnya dapat membantu remajaterlindung dari berbagai resiko, termasuk penularan HIV/AIDS.2. Perubahan fisik dan emosional pada remaja yang mempengaruhi doronganseksual. Kondisi ini mendorong remaja untuk mencari tahu dan mencoba-cobasesuatu yang baru, termasuk melakukan hubungan seks dan penggunaan3. Adanya informasi yang menyuguhkan kenikmatan hidup yang diperolehmelalui seks, alkohol, narkoba, dan sebagainya yang disampaikan melaluiberbagai media cetak atau elektronik.4. Adanya tekanan dari teman sebaya untuk melakukan hubungan seks, misalnyauntuk membuktikan bahwa mereka adalah jantan.5. Resiko HIV/AIDS sukar dimengerti oleh remaja, karena HIV/AIDSmempunyai periode inkubasi yang panjang, gejala awalnya tidak segera6. Informasi mengenai penularan dan pencegahan HIV/AIDS rupanya juga belumcukup menyebar di kalangan remaja. Banyak remaja masih mempunyaipandangan yang salah mengenai HIV/AIDS.7. Remaja pada umumnya kurang mempunyai akses ke tempat pelayanankesehatan reproduksi dibanding orang dewasa. Hal tersebut dibuktikan denganbanyaknya remaja yang terkena HIV/AIDS tidak menyadari bahwa merekaterinfeksi, kemudian menyebar ke remaja lain, sehingga sulit dikontrol.HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus. Merupakanvirus penyebab AIDS yang melemahka sistem kekebalan tubuh.AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yangmerupakan kumpulan dari beberapa gejala akibat menurunnya sistem kekebalantubuh yang disebabkan oleh HIV sehingga orang yang telah terinfeksi HIV mudahdiserang berbagai penyakit yang bisa mengancam hidupnyaHIV menular melalui penggunaan jarum suntik secara bergantian, jarumsuntik bekas pakai, jarum suntik yang tidak steril, melakukan hubungan seksberganti – ganti pasangan, atau proses penularan dari ibu ke bayi melalui proses :hamil, melahirkan, dan menyusui. Setelah masuk dan menginfeksi manusiaselama 2 minggu sampai 6 bulan ( 3 bulan pada 95% kasus) merupakan masaantara masuknya HIV ke dalam tubuh sampai terbentuknya antibody (penangkalpenyakit) terhadap HIV atau disebut juga HIV Positif. Pada fase ini HIV sudahdapat ditularkan kepada orang lain walaupun hasil tes masih negatif. Fase inidisebut fase jendela. Setelah melalaui fase jendela. Selama 3 – 10 tahun setelahterinfeksi HIV, Seseorang yang telah mengidap HIV Positif tidakakanmenampakkan gejala, tampak sehat, dan dapat beraktifitas seperti biasa. Barusetelah 1- 2 tahun kemudian mulai timbul infeksi opportunistik ( penyakit lainyang muncul karena sistem kekebalan tubuh menurun). Obat ARV ( Anti RetroViral ) yang diminum pada fase ini dapat menekan pertumbuhan HIV. Akan tetapiobat ini tidak dapat menghilangkan HIV dari dalam tubuh.1. Gigitan nyamuk atau serangga lain2. Keringat, Sentuhan, Pelukan, ataupun Ciuman5. Berbagi makanan atau menggunakan alat makan bersamaStatus HIV hanya dapat diketahui melalui Konseling dan Testing HIV Sukarela• Testing HIV merupakan pengambilan darah dan pemeriksaanlaboratorium disertai konseling pre dan pasca testing HIV• Konseling dan Testing HIV Sukarela dilakukan dengan prinsip tanpapaksaan, rahasia, tidak membeda-bedakan serta terjamin kualitasnya• Manfaat Konseling dan Testing HIV Sukarela :- Mendapat informasi, pelayanan, dan perawatan sesuai kebutuhan- Dukungan untuk perubahan perilaku yang lebih sehat dan aman dariSudah adakah obat untuk HIV? Obat ARV (Anti Retro Viral) dapat mengendalikan pertumbuhan jumlahHIV dan meningkatkan daya tahan tubuh untuk memperpanjang usia hidupODHA ( Orang dengan HIV dan AIDS)Obat ARV tidak dapat menyembuhkan Odha karena tidak bisamenghilangkan HIV dalam tubuh Odha harus minum obat ARV secara rutin pada jam tertentu setiap hari danseumur hidup Sejak tahun 2007 terdapat 75 rumah sakit rujukan bagi Odha dis eluruhIndonesia yang menyediakan obat ARV4. REMAJA DAN PENYALAHGUNAAN MINUMAN KERAS DANBerdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN),jumlah kasuspenyalahgunaan Narkoba di Indonesia dari tahun 1998 – 2003 adalah 20.301orang, di mana 70% diantaranya berusia antara 15 -19 tahunDefinisi dan Macam – Macam NarkobaNarkoba (singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktifberbahaya lainnya) adalah bahan/zat yang jika dimasukan dalam tubuh manusia,baik secara oral/diminum, dihirup, maupun disuntikan, dapat mengubah pikiran,suasana hati atau perasaan, dan perilaku seseorang. Narkoba dapat menimbulkanketergantungan (adiksi ) fisik dan psikologis.Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukantanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunanatau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkanketergantungan (Undang-Undang No. 22 tahun 1997).Yang termasuk jenis Narkotika adalah :• Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko),opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.• Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, sertacampuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebutPsikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukannarkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan sarafpusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Zat yang termasuk psikotropika antara lain:• Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandarax, Amfetamine,Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi,Shabu-shabu, LSD (Lycergic Alis Diethylamide), dsb.Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetismaupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yangdapat mengganggu sistim syaraf pusat, seperti: Alkohol.Alkohol adalah zat penekan susuan syaraf pusat meskipun dalam jumlah kecilmungkin mempunyai efek stimulasi ringanBahan psikoaktif yang terdapat dalam alkohol adalah etil alkohol yang diperolehdari proses fermentasi madu, gula sari buah atau umbi umbian. Nama yangpopuler : minuman keras (miras), kamput, tomi (topi miring), cap tikus , balo dll.Minuman beralkohol mempunyai kadar yang berbeda-beda, misalnya bir dan sodaalkohol ( 1-7% alkohol), anggur (10-15% alkohol) dan minuman keras yang biasadisebut dengan spirit (35 – 55% alkohol). Konsentrasi alkohol dalam darahdicapai dalam 30 – 90 menitsetelah diminum.Dari beberapa penelitian alkohol dapat menyebabkan : Kecelakaan lalu lintas Luka bakar Kasus penganiayaan anak Bunuh diri Kecelakaan kerjaDi Indonesia penjualan minuman beralkohol di batasi dan yang boleh membeliadalah mereka yang telah berumur 21 tahunBeberapa etnik di Indonesia menggunakan minuman beralkohol pada acaratertentu dalam jumlah yang sedikit. Mereka juga memproduksi minumanberalkohol dengan nama yang bermacam ragam misalnya : tuak, minuman capPengaruh Terhadap Tubuh (Fisik dan Mental)Pengaruh alkohol terhadap tubuh bervariasi, tergantung pada beberapa faktoryaitu : Jenis dan jumlah alkohol yang dikonsumsi Usia, berat badan, dan jenis kelamin Makanan yang ada di dalam lambung Pengalaman seseorang minum – minuman beralkohol Situasi dimana orang minum – minuman beralkoholWalaupun pengaruh terhadap individu berbeda – beda, terdapat hubungan antarakonsentrasi alkohol di dalam darah (Blood Alkohol Concentration – BAC) danefeknya. Euphoria ringan dan stimulasi terhadap perilaku lebih aktif seiringdengan meningkatnya konsentrasi alkohol di dalam darah. Sayangnya orangbanyak beranggapan bahwa penampilan mereka menjadi lebih baik dan merekaGejala intoksikasi alkohol yang paling umum adalah ”mabuk”, ”teler” sehinggadapat menyebabkan cedera dan kematian. Penurunan kesadaran seperti komadapat terjadi pada keracunan alkohol yang berat demikian juga henti nafas danSelain kematian, efek jangka pendek alkohol dapat menyebabkan hilangnyproduktifitas kerja (misalnya ”teler, kecelakaan akibat ngebut). Sebagai tambahan,alkohol dapat menyebabkan perilaku kriminal. 70 % dari narapidanamenggunakan alkohol sebelum melakukan tindak kekerasan dan lebih dari 40 %kekerasan dalam rumah tangga dipengaruhi oleh alkoholMengkonsumsi alkohol berlebiha dalam jangka panjang dapat menyebabkan : Kerusakan jantung Tekanan Darah TinggiStroke Kerusakan hati Kanker saluran pencernaan Gangguan pencernaan lainnya (misalnya tukak lambung) Impotensi dan berkurangnya kesuburan Meningkatnya resiko terkena kanker payudara Kesulitan tidur Kerusakan otak dengan perubahan kepribadian dan suasana perasaan Sulit dalam mengingat dan berkonsentrasiSebagai tambahan terhadap masalah kesehatan, alkohol juga berdampak terhadaphubungan sesama, finansial, pekerjaan, dan juga menimbulkan masalah hukumPengaruh alkohol pada perilakuKonsentrasi alkohol dalam Pengaruh yang ditimbulkanPerasaan Sampai dengan 0.50 g% • Banyak bicaraRisiko 0.05 – 0.08 g % • Banyak bicararendah • Bertindak dan lebih merasaRisiko 0.08 – 0.15 g % • Bicara cadelsedang • Berkurangnya keseimbanganRisiko tinggi 0.15 – 0.30 g % • Tidak dapat berjalan tanpaPengguna alkohol yang terus menerus dapat mengalami toleransi danketergantungan. Toleransi adalah peningkatan penggunaan alkohol dari jumlahyang kecil menjadi lebih besar untuk mendapatkan pengaruh yang sama.Sedangkan ketergantungan adalah keadaan dimana alkohol menjadi bagian yangpenting dalam kehidupannya, banyak waktu yang terbuang karena memikirkan(cara mendapatkan, mengkonsumsi dan bagaimana cara berhenti). Penggunaalkohol akan mengalami kesulitan bagaimana cara menghentikan ataumengendalikan jumlah alkohol yang dikonsumsi.Seseorang yang mengalami ketergantungan secara fisik terhadap alkohol akanmengalami gejala putus alkohol apabila menghentikan atau mengurangipenggunaannya. Gejala biasanya terjadi mulai 6 – 24 jam setelah minum yangterakhir. Gejala ini dapat berlangsung selama 5 hari, diantaranya adalah :• Sulit tidur (berlangsung beberapa minggu)Gejala putus alkohol sangat berbahaya. Orang yang minum lebih dari 8 standarminum perhari dianjurkan untuk berkonsultasi ke dokter (sebelum memutuskanuntuk berhenti minum) untuk mendapatkan terapi medis guna mencegahSedangkan berdasarkan efeknya, narkoba bisa dibedakan menjadi tiga:1. Depresan, yaitu menekan sistem sistem syaraf pusat dan mengurangiaktifitas fungsional tubuh sehingga pemakai merasa tenang, bahkan bisamembuat pemakai tidur dan tak sadarkan diri. Bila kelebihan dosis bisamengakibatkan kematian. Jenis narkoba depresan antara lain opioda, danberbagai turunannya seperti morphin dan heroin. Contoh yang populer2. Stimulan, merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan sertakesadaran. Jenis stimulan: Kafein, Kokain, Amphetamin. Contoh yangsekarang sering dipakai adalah Shabu-shabu dan Ekstasi.3. Halusinogen, efek utamanya adalah mengubah daya persepsi ataumengakibatkan halusinasi. Halusinogen kebanyakan berasal dari tanamanseperti mescaline dari kaktus dan psilocybin dari jamur-jamuran. Selain ituada jugayang diramu di laboratorium seperti LSD. Yang paling banyakdipakai adalah marijuana atau ganja.Kebanyakan zat dalam narkoba sebenarnya digunakan untuk pengobatandan penelitian. Tetapi karena berbagai alasan – mulai dari keinginan untuk dicoba– coba, ikut trend/gaya, lambing status social, ingin melupakan persoalan dll –maka narkoba kemudian disalahgunakan. Penggunaan terus menerus dan berlanjutakan menyebabkan ketergantungan atau dependensi yang disebut juga denganTingkatan penyalahgunaan biasanya sebagai berikut: 1) coba-coba; 2)senang-senang; 3) menggunakan pada saat atau keadaan tertentu; 4)penyalahgunaan; 5) ketergantungan.Bila narkoba digunakan secara terus menerus atau melebihi takaran yangtelah ditentukan akan mengakibatkan ketergantungan. Kecanduan inilah yangakan mengakibatkan gangguan fisik dan psikologis, karena terjadinya kerusakanpada sistem syaraf pusat (SSP) dan organ-organ tubuh seperti jantung, paru-paru,Dampak penyalahgunaan narkoba pada seseorang sangat tergantung padajenis narkoba yang dipakai, kepribadian pemakai dan situasi atau kondisipemakai. Secara umum, dampak kecanduan narkoba dapat terlihat pada fisik,psikis maupun sosial seseorang.1. Gangguan pada system syaraf (neurologis) seperti: kejang-kejang,halusinasi, gangguan kesadaran, kerusakan syaraf tepi2. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti:infeksi akut otot jantung, gangguan peredaran darah3. Gangguan pada kulit (dermatologis) seperti: penanahan (abses), alergi,4. Gangguan pada paru-paru (pulmoner) seperti: penekanan fungsipernapasan, kesukaran bernafas, pengerasan jaringan paru-paru5. Sering sakit kepala, mual-mual dan muntah, murus-murus, suhu tubuhmeningkat, pengecilan hati dan sulit tidur6. Dampak terhadap kesehatan reproduksi adalah gangguan padaendokrin,seperti: penurunan fungsi hormon reproduksi (estrogen, progesteron,testosteron), serta gangguan fungsi seksual7. Dampak terhadap kesehatan reproduksi pada remaja perempuan antara lainperubahan periode menstruasi, ketidakteraturan menstruasi, dan8. Bagi pengguna narkoba melalui jarum suntik, khususnya pemakaian jarumsuntik secara bergantian, risikonya adalah tertular penyakit sepertihepatitis B, C, dan HIV yang hingga saat ini belum ada obatnya9. Penyalahgunaan narkoba bisa berakibat fatal ketika terjadi Over Dosisyaitu konsumsi narkoba melebihi kemampuan tubuh untuk menerimanya.Over dosis bisa menyebabkan kematian1. Lamban kerja, ceroboh kerja, sering tegang dan gelisah2. Hilang kepercayaan diri, apatis, pengkhayal, penuh curiga3. Agitatif, menjadi ganas dan tingkah laku yang brutal4. Sulit berkonsentrasi, perasaan kesal dan tertekan5. Cenderung menyakiti diri, perasaan tidak aman, bahkan bunuh diri1. Gangguan mental, anti-sosial dan asusila, dikucilkan oleh lingkungan2. Merepotkan dan menjadi beban keluarga3. Pendidikan menjadi terganggu, masa depan suramDampak fisik, psikis dan sosial berhubungan erat. Ketergantungan fisikakan mengakibatkan rasa sakit yang luar biasa (sakaw) bila terjadi putus obat(tidak mengkonsumsi obat pada waktunya) dan dorongan psikologis berupakeinginan sangat kuat untuk mengkonsumsi (bahasa gaulnya sugest). Gejata fisikdan psikologis ini juga berkaitan dengan gejala sosial seperti dorongan untukmembohongi orang tua, mencuri, pemarah, manipulatif, dll.Masa remaja merupakan suatu fase perkembangan antara masa anak-anakdan masa dewasa. Perkembangan seseorang dalam masa anak-anak dan remajaakan membentuk perkembangan diri orang tersebut di masa dewasa. Karena itulahbila masa anak-anak dan remaja rusak karena narkoba, maka suram atau bahkanPada masa remaja, justru keinginan untuk mencoba-coba, mengikuti trenddan gaya hidup, serta bersenang-senang besar sekali. Walaupun semuakecenderungan itu wajar-wajar saja, tetapi hal itu bisa juga memudahkan remajauntuk terdorong menyalahgunakan narkoba. Data menunjukkan bahwa jumlahpengguna narkoba yang paling banyak adalah kelompok usia remaja.Masalah menjadi lebih gawat lagi bila karena penggunaan narkoba, pararemaja tertular dan menularkan HIV/AIDS di kalangan remaja. Hal ini telahterbukti dari pemakaian narkoba melalui jarum suntik secara bergantian. Bangsaini akan kehilangan remaja yang sangat banyak akibat penyalahgunaan narkobadan merebaknya HIV/AIDS. Kehilangan remaja sama dengan kehilangan sumber5. MENANGANI MASALAH YANG TERJADI PADA REMAJASelain ketiga masalah psikososial yang sering terjadi pada remaja sepertiyang disebutkan dan dibahas diatas terdapat pula masalah masalah lain padaremaja seperti tawuran, kenakalan remaja, kecemasan, menarik diri, kesulitanSemua masalah tersebut perlu mendapat perhatian dari berbagai pihakmengingat remaja merupakan calon penerus generasi bangsa. Ditangan remaja lahmasa depan bangsa ini digantungkan.Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dalam upaya untuk mencegahsemakin meningkatnya masalah yang terjadi pada remaja, yaitu antara lain :• Menanamkan pola asuh yang baik pada anak sejak prenatal dan balita• Membekali anak dengan dasar moral dan agama• Mengerti komunikasi yang baik dan efektif antara orangtua – anak• Menjalin kerjasama yang baik dengan guru• Menjai tokoh panutan bagi anak baik dalam perilaku maupun dalam hal• Menerapkan disiplin yang konsisten pada anak• Menciptakan kondisi sekolah yang nyaman• Memberikan keleluasaan siswa untuk mengekspresikan diri pada kegiatan• Menyediakan sarana dan prasarana bermain dan olahraga• Meningkatkan peran dan pemberdayaan guru BP• Meningkatkan disiplin sekolah dan sangsi yang tegas• Meningkatkan kerjasama dengan orangtua, sesama guru dan sekolah lain• Meningkatkan keamanan terpadu sekolah bekerjasama dengan Polsek• Mewaspadai adanya provokator• Mengadakan kompetisi sehat, seni budaya dan olahraga antar sekolah• Menciptakan kondisi sekolah yang memungkinkan anak berkembangsecara sehat dalah hal fisik, mental, spiritual dan sosial• Meningkatkan deteksi dini penyalahgunaan NAPZAPeran Pemerintah dan masyarakat :• Menghidupkan kembali kurikulum budi pekerti• Menyediakan sarana/prasarana yang dapat menampung agresifitas anak• Menegakkan hukum, sangsi dan disiplin yang tegas• Menanggulangi NAPZA, dengan menerapkan peraturan dan hukumnya• Lokasi sekolah dijauhkan dari pusat perbelanjaan dan pusat hiburan• Sajikan tayangan atau berita tanpa kekerasan (jam tayang sesaui usia)• Sampaikan berita dengan kalimat benar dan tepat (tidak provokatif)• Adanya rubrik khusus dalam media masa (cetak, elektronik) yang bebas6. REMAJA DAN PERILAKU HIDUP SEHATRemaja yang bersikap hidup sehat adalah remaja:2. Memahami faktor penghambat maupun pendukung perkembangan4. Terus menerus memperbaiki diriDengan demikian remaja dapat diharapkan menjaga remaja yang handal dansehat. Remaja harus mengetahui dirinya memiliki kekhawatiran dan harapan,dengan kata lain remaja harus mengerti dirinya sendiri.Faktor yang berkembang pada setiap remaja antara lain fisik, intelektual,emosional, spiritual. Kecepatan perkembangan tersebut adalah sebagai berikut:Faktor fisik berkembang secara tepat sedangkan faktor lainnya berkembangtidak sama besar. Perkembangan yang tidak seimbang inilah yang menimbulkankejanggalan dan berpengaruh terhadap perilaku remaja.Bagaimana seseorang remaja melihat dirinya sendiri, orang lain sertahubungannya dengan orang lain termasuk orang tua dan pembina? Kadang-kadang ia ingin dianggap sebagai anak-anak, orang dewasa, orang lain dianggapHubungan dirinya dengan orang lain dianggap bersifat:1. Otoriter ——- demokratisSemua tersebut di atas dalam keadaan “dalam perjalanan menuju” Sehingga dapatdilihat segalanya masih dalam proses dan tidak berada dalam kutub atau masaanak-anak ataupun kutub atau masa dewasa.”Dalam perjalanan menuju” ini yang menonjol adalah:2. Emosi yang cepat tersinggung3. Sering mengambil keputusan tanpa berfikir panjang4. Pertimbangan agama, falsafah, ataupun tatakrama hanya kadang-kadangDan “Dalam perjalanan menuju” yang paling penting diketahui oleh remajaadalahbagaimana remaja dapat berproses :2. Menuju emosi kelakian ataupun kewanitaan yang utuh3. Menuju cara berfikir dewasa4. Menuju mempercayai hal-hal yang agamais, bersifat falsafah dan bersifatAtkinson (1999). Pengantar Psikologi. Jakarta: Penerbit Erlangga.Direktorat Kesehatan Jiwa Masyarakat (2001). Buku Pedoman Umum TimPembina, Tim Pengarah & Tim Pelaksana Kesehatan Jiwa. Direproduksi olehProyek Peningkatan Kesehatan Khusus APBD 2002.Hurlock, E.B (1998). Perkembangan Anak. Alih bahasa oleh Soedjarmo &Istiwidayanti. Jakarta: Erlangga.Kozier, B (1991). Fundamental of Nursing : Concept, Process, and Practice.Fourth Edition. California : Addison-Wesley Publishing Company.Mappiare, A. (1992). Psikologi Remaja. Surabaya: Usaha Nasional.Stuart & Sundeen (1998). Principle and Practice of Psychiatric Nursing. 6 th. Ed.Azwar, S. 2002. Sikap Manusia, Teori Dan Pengukurannya. Yogyakarta. PustakaKaplan dan Sadock.1997. Sinopsis Psikiatri Ilmu Pengetahuan Perilaku PsikiatriKlinis (Edisi ke 7, Jilid 1). Jakarta. Binarupa Aksara.BKKBN. 2001. Remaja Mengenai Dirinya. Jakarta. BKKBN
Oleh : Efri Widianti, S.Kep., Ners

MAKALAH Bahasa Indonesia: RUANG MULTIMEDIA DALAM PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN

RUANG MULTIMEDIA DALAM
PENINGKATAN MUTU PEMBELAJARAN
Eka Susilowati 16
Faizah Khusnayain W. 20
Gesit Kusuma Wardhani 21
Prisna Kusumadewi 29
Rizki Puspitasari 33
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 1 PURWOKERTO
TAHUN 2008/ 2009

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudulPenggunaan Ruang Multimedia dalam Pembelajaran di Kelas”. Makalah ini dibuat sebagai pelengkap pembelajaran Bahasa Indonesia. Terima kasih yang setulusnya kami sampaikan kepada semua pihak yang telah banyak membantu kami dalam menambah pengetahuan serta melatih keterampilan tentang pembelajaran berbasis ICT (Information Comunication Technologi).
Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari kuantitas maupun kualitas, saran yang membangun dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi perbaikan.

Purwokerto, 16 Februari 2009

Penulis


1.1 Latar Belakang
Perkembangan teknologi informasi telah menjadi pemicu terhadap upaya perubahan sistem pembelajaran di sekolah. Upaya untuk melepaskan diri dari kungkungan pembelajaran konvensional yang memaksa anak untuk mengikuti pembelajaran yang tidak menarik, dan membosankan.
Kondisi sekolah, senantiasa dituntut untuk terus-menerus mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang pesat, sehingga sekolah yang tetap berkutat pada instruksional kurikulum hanya akan membuat peserta didik gagap melihat realitas yang mengepungnya.
Pemanfaatan teknologi merupakan kebutuhan mutlak dalam dunia pendidikan (persekolahan) sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang belajar dan tempat siswa mengembangkan kemampuannya secara optimal, dan nantinya mampu berinteraksi ke tangah-tengah masyarakatnya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu untuk memiliki teknologi penunjang sehingga bisa menjadikannya sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mampu mengembangkan kecakapan personal secara optimal, baik kecakapan, kognitif, afektif, psikomotrik, emosional dan spiritualnya.
1.2 Identifikasi
Tidak adanya motivasi mengakibatkan munculnya kebosanan akibat pembelajaran yang saat ini terkesan monoton. Sehingga tercipta metode belajar yang lebih menarik dan efektif. Dengan adanya ruang multimedia yang digunakan sebagai fasilitas pembelajaran, diharapkan dapat menumbuhkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran.
Dengan rendahnya motivasi dan terbatasnya fasilitas dapat mengakibatkan lambannya peningkatan mutu pendidikan.
1.3 Rumusan masalah
Pembelajaran di sekolah bertujuan untuk membangun pengetahuan siswa dalam bidang studi atau keterampilan tertentu. Pengetahuan itu bisa diperoleh dengan berbagai cara, namun apapun cara yang dilakukan oleh guru atau pembimbing tidak lain hanyalah untuk “membelajarkan siswa” baik di dalam maupun di luar kelas. Guru perlu cara yang mampu menggugah motivasi siswa untuk belajar, karena guru dewasa ini bukanlah satu-satunya objek pembelajaran, namun perannya lebih besar sebagai mediator transfer ilmu. Berkaca dari realita yang ada di masyarakat umum, sebagian anak perlu diperintah untuk belajar dan lebih suka menonton televisi. Jawabannya karena motivasi. Penyajian materi yang disajikan melalui televisi lebih menarik daripada penyajian materi di dalam kelas oleh guru. Penggunaan ruang multimedia merupakan pilihan yang sangat populer saat ini sebagai wujud implementasi e-learning. Guru menggunakan fasilitas komputer/laptop dan LCD sebagai alat bantu untuk melaksanakan pembelajaran dan menyampaikan materi di kelas. Materi disusun dalam format presentasi atau menggunakan pemutaran video yang berkaitan dengan materi.
Perkembangan tehnologi informasi dan komunikasi telah memberikan pergeseran dalam pembelajaran, misalnya interaksi guru dan siswa tidak harus dilaksanakan dengan tatap muka, tetapi juga dilakukan dengan menggunakan media yang tersedia dalam laboratorium multimedia. Perubahan demi perubahan, khususnya dalam bidang teknologi informasi telah mengantarkan manusia memasuki era digital.
Ruang multimedia yang dimaksudkan oleh penulis adalah ruangan yang didalamnya terdapat beberapa komputer yang cukup representatif untuk seluruh siswa dalam satu kelas dan sudah disetting dengan LAN (Lokal Area Network), LCD untuk menayangkan presentasi guru, headphone di tiap komputer untuk mendengarkan suara guru dari komputer induk (server), mikrophone dan sound sistem yang berfungsi sebagai pengeras suara sehingga dapat terdengar oleh seluruh siswa dalam kelas, sambungan internet, printer dan AC (Air Conditioning) jika memungkinkan. Untuk ini memang dibutuhkan investasi awal yang cukup besar baik dari penyediaan sarana komputer/laptop, LCD, headphone dan lain-lain, beban operasional yang semakin besar serta biaya perawatan yang juga mahal. Selain itu dibutuhkan kemauan serta kemampuan dari para tenaga pendidikan untuk melakukan renovasi pembelajaran konvensional menjadi pembelajaran yang berbasis ICT (Information Cmunication Technologi) juga siswa sebagai subjek pembelajar yang mampu/terampil menggunakan sarana yang tersedia. Ruang multimedia dapat digunakan untuk semua bidang studi baik untuk menyampaikan materi melalui audio-visual (layar LCD), audio saja (headphone) yang biasanya digunakan untuk program bahasa, menyampaikan tugas/ulangan kepada siswa. Mengakses materi pelajaran melalui internet atau chating dengan siswa lain di dalam ruangan itu yang tentunya lebih menarik bagi siswa dan lebih memudahkan bagi guru untuk menyelesaikan tugas-tugasnya.
1.4 Tujuan Penulisan
Makalah ini dibuat penulis ditujukan untuk :
1. Memudahkan siswa dalam menyerap dan memahami pelajaran yang disampaikan oleh pengajar.
2. Meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis ICT (Information Communication Technology)
3. Memberikan pilihan metode baru bagi pengajar dalam menyampaikan materi.

BAB II
RUANG MULTIMEDIA DALAM PROSES PEMBELAJARAN

Ruang multimedia adalah suatu ruangan dimana terdapat berbagai peralatan komunikasi elektronik guna menunjang proses pembelajaran. Peningkatan mutu pembelajaran adalah bertambahnya kualitas penyampaian materi pendidikan sehingga siswa lebih mudah dalam menangkapnya.
Standar Internasional pembelajaran berbasis ICT dapat dilaksanakan, salah satunya dengan penggunaan ruang multimedia yang tersedia di sekolah. Ruang multimedia yang dimaksudkan adalah ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa komputer yang cukup representatif untuk seluruh siswa dalam satu kelas dan sudah disetting dengan LAN (Local Area Network), LCD untuk menayangkan presentasi guru, headphone di tiap komputer untuk mendengarkan suara guru dari komputer induk, mikrophone dan sound sistem yang berfungsi sebagai pengeras suara sehingga dapat terdengar oleh seluruh siswa dalam kelas, sambungan internet, printer, AC (Air Conditioning).
Dalam proses pembelajaran menggunakan ruang multimedia, bentuk-bentuk informasi yang dapat ditampilkan berupa kata-kata, gambar, video, musik, angka, atau tulisan tangan. Bagi komputer, bentuk informasi tersebut, semuanya diolah dari data digital. Sehingga memudahkan siswa menyerap dan mengingat materi-materi yang disampaikan dalam proses pembalajaran.
Adapun komponen yang perlu dipersiapkan untuk melaksanakan pembelajaran berbasis ICT dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:
• Sarana elektronik (komputer/laptop, LCD, headphone dan lain-lain)
• Kemauan siswa dan guru untuk melakukan renovasi pembelajaran
• Sumber daya manusia (guru dan siswa)
• Kesiapan sekolah untuk menanggung beban operasional dan biaya perawatan.

Jenis kegiatan/tugas guru yang dapat dilaksanakan dengan menggunakan ruang multimedia antara lain:
1. Menyampaikan materi (presentasi). Salah satu bentuk tugas yang paling sederhana yang dapat dilakukan adalah menyampaikan materi pelajaran menggunakan media komputer/laptop dan LCD. Materi disampaikan kepada siswa dengan menayangkan materi pada layar dan siswa dapat mengikuti bersama-sama. Keterampilan yang dapat digunakan yaitu dengan mengolah materi menggunakan program MS Power Point. Kemudian dapat dikembangkan lagi menggunakan program Windows Movie Maker, Ulead VideoStudio dan lain-lain. Bahkan dengan menayangkan video yang berhubungan dengan materi juga bisa dilakukan tanpa guru.
2. Memutar lagu/musik disela-sela kegiatan belajar siswa, misalnya saat siswa mengakses materi pelajaran melalui internet.
3. Memutar video yang berkaitan dengan materi pembelajaran
4. Menampilkan gambar yang berkaitan dengan materi pembelajaran.
5. Mengirim informasi/pesan dari guru (komputer server) ke siswa (komputer client).
6. Mengirim tugas/ulangan kepada siswa dan mengumpulkannya kembali melalui komputer server.
7. Memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengakses materi melalui internet.
8. Menggunakan ruang ini sebagai laboratorium bahasa karena di dalamnya terdapat headphone yang disambungkan dengan tiap computer dan bisa mendengar suara guru dari computer server.
Upaya membuat anak betah belajar disekolah dengan memanfaatkan teknologi multimedia, merupakan kebutuhan, sehingga sekolah tidak lagi menjadi ruangan yang menakutkan dengan berbagai tugas dan ancaman yang justru mengkooptasi kemampuan atau potensi dalam diri siswa. Untuk itu, peran serta masyarakat dan orangtua , komite sekolah merupakan partner yang dapat merencanakan dan memajukan sekolah.


3.1 Kesimpulan
Ruang multimedia sangat berperan penting dalam peningkatan mutu pembelajaran di suatu sekolah. Dengan adanya ruangan multimedia tersebut, proses pembelajaran akan menjadi lebih praktis, inovatif, dan efektif.
3.2 Saran
Bagi siswa, guru dan pihak lain yang berkaitan dengan proses pembelajaran diharapkan mampu menerapkan dan memanfaatkan ruang multimedia sebagai metode pilihan baru dalam menyampaikan materi demi terciptanya peningkatan mutu pendidikan.

Source : ita-manies.blogspot